AMBON,TABAOSNews.com.-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy Ambon, dr. Nazaruddin dinilai tidak mampu untuk mengurus pelayanan di rumah sakit. Pasalnya rumah sakit rujukan di Maluku itu pelayanan semakin memprihatinkan.
Hal tersebut dikeluhkan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw yang mendapati tidak ada dokter spesialis kandungan yang melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah Maluku.
Diketahui jika tenaga dokter spesialis yang bertugas di RSUD dr Haulussy Ambon melakukan mogok kerja dikarenakan jasa nakes sejak tahun 2020 hingga 2023 belum dibayarkan oleh pihak rumah sakit.
Ironisnya, direktur rumah sakit jarang berada di rumah sakit karena lebih banyak berada di luar daerah. Sehingga tidak memperhatikan pelayanan rumah sakit. Bahkan hak-hak nakes belum dibayarkan tuntas.
” Ini sistim pelayanan rusak karena pimpinan rumah sakit hanya sehari berada di Ambon sementara waktu sisanya berada di luar daerah, meninggalkan pegawainya bekerja bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Kalau rumah sakit rujukan saja tidak ada dokter spesialis bagaimana jadinya dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini rumah sakit daerah yang mesti memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat” ujar Rahakbauw.
Karena itu dirinya mengharapkan Gubernur Maluku, Murad Ismail bisa mengevaluasi kinerja yang bersangkutan sehingga bisa menggantikan dengan pejabat yang lebih bertanggung jawab. Karena ini masalah kemanusian yang berkaitan dengan kesehatan manusia sehingga tidak bisa dianggap remeh.
” Padahal setiap tahun anggaran dari pemerintah pusat meminta agar menganggarkan 20 hingga 30 persen berkaitan dengan masalah kesehatan. Ini direktur rumah sakit acuh tak acuh terhadap pelayanan rumah sakit. Kalau gubernur tidak memperhatikan masalah ini maka kedepannya fraksi Golkar di DPRD Provinsi Maluku akan mengusulkan pergantian direktur rumah sakit” demikian Rahakbauw. (T-02)








