MALTENG,TABAOSNews.Com.- Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sulit ditemukan warga di Seram Utara Timur, Maluku Tengah, padahal terdapat 5 SPBU namun hanya 1 SPBU yang menjual solar.
Karena kesulitan mendapatkan BBM jenis solar maka warga Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, melakukan aksi pemalangan jalan sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kelangkaan tersebut dilaporkan terjadi di dua kecamatan, yakni Kobi dan Seti, yang saat ini tidak lagi memiliki pasokan solar bersubsidi.
Anggota DPRD Provinsi Maluku, dari Dapil Maluku Tengah, asal Partai Demokrat, Halimun Saulatu, mengatakan dari lima SPBU yang beroperasi di kawasan tersebut, hanya satu SPBU yang mendapat penugasan menyalurkan BBM subsidi jenis Biosolar.
“SPBU itu berada di Kecamatan Seram Utara, tepatnya di Wahai,” ujar Halimun kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut memaksa warga di Kobi dan Seti harus menempuh jarak sekitar 40 hingga 70 kilometer untuk mendapatkan solar. Sementara itu, SPBU yang lebih dekat tidak memiliki jatah BBM subsidi.
Saat ini BBM yang tersedia di wilayah tersebut hanya jenis Dexlite dengan harga di atas Rp24.000 per liter, sehingga dinilai memberatkan masyarakat.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, l kuota Biosolar untuk wilayah tersebut ditetapkan oleh BPH Migas.
Untuk SPBU di Wahai, kuota yang diberikan tercatat sebesar 99 kiloliter (KL) per tahun. Jika dibagi rata per bulan, jumlahnya hanya sekitar 8.250 liter.
“Kuota ini jelas tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di Seram Utara Timur Kobi dan sekitarnya,” jelasnya.
Akibay keterbatasan kuota menjadi salah satu pemicu aksi warga. Ia pun mendorong adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia menjelaskan, penambahan kuota BBM subsidi harus diusulkan oleh pemerintah kabupaten bersana pemerintah provinsi yang kemudian diusulkan kepada BPH Migas.
“Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif untuk segera mengajukan penambahan kuota, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, ” ujarnya .(**)
.






