AMBON,TABAOSNews.com.- Mutu pelayanan Rumah Sakit Dr M Haulussy-Ambon sangat ditentukan oleh kemampuan direktur dalam menata sistim managemen rumah sakit agar tidak kalah bersaing dengan rumah sakit lainnya di Maluku. Termasuk didalamnya pelayanan yang bermutu kepada semua warga pengguna jasa rumah sakit tanpa pandang bulu.
Pasalnya, sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah sekaligus rumah sakit rujukan bertaraf international di Maluku mestinya mampu bersaing dan menunjukan sistim pelayanan yang bermutu.
Sayangnya impian tersebut hingga diakhir masa jabatan Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno penempatan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)dr M Haulussy, dr Nazarudin tidak dapat menyelesaikan banyaknya persoalan di dalam rumah sakit kebanggaan orang Maluku itu . Bahkan berulang kali dipanggil oleh DPRD Provinsi Maluku melalui Komisi IV untuk mendengar penjelasan direktur terkait belum dibayarnya jasa pelayanan Nakes Covid 19 dan masih banyak masalah lainnya.
” Karena itu Pansus DPRD Provinsi Maluku atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Maluku tahun anggaran 2022, merekomendasikan kepada Gubernur Maluku melalui butir 16 dan 17 yang tertuang dalam 20 butir Rekomendasi Pansus agar memperhatikan sistim managem RSUD dr M Haulussy Ambon yang sesuai dengan salah satu visi-misi RPJM RSUD sebagai rumah sakit rujukan bertaraf internasional. Kemudian pada point 17 terkait penyelesaian jasa covid 19 yang masih terkatung katung . Maka Pansus merekomendasikan kepada Gubernur Maluku untuk mengevaluasi direktur RSUD Haulussy agar dapat menata kembali rumah sakit umum daerah dr M Haulussy-Ambon sebagai rumah sakit bertaraf international,” ujar Ketua Pansus DPRD Provinsi Maluku atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Maluku tahun anggaran 2022, Ruslan Hurasan di DPRD Provinsi Maluku.
Senada ditambahkan Ketua Fraksi Partai Golkar, Anos Yeremias yang mengkritisi pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Haulussy-Ambon yang diharapkan bisa menjadi rumah sakit rujukan bertaraf international .
Ironisnya rumah sakit milik pemerintah daerah kebanggaan masyarakat Maluku itu kalah bersaing dengan rumah sakit umum Pusat (RSUP)dr J. Leimena karena banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat.
” Saudara gubernur dan saudara wakil gubernur ini bentuk keprihatinan kami. Sebab rumah sakit kebanggaan masyarakat Maluku sarat masalah. Mestinya bisa segera dibenahi agar tidak kalah bersaing dengan rumah sakit lain sehingga mutu pelayanan benar benar teruji ” kritik Yermias.
Tagal itu sebagai wakil rakyat dirinya meminta pemerintah daerah agar serius menangani dan menata sistim managamen RSUD dr M Haulussy agar bisa melayani masyarakat degan baik apalagi sebagai rumah sakit rujukan di Maluku.
” Harapan kami, perlu perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menata sistim managem rumah sakit sehingga dapat menghasilkan capaian kerja yang semakin bermutu demi mewujudkan masyarakat Maluku yang sejahtera” demikian Yermias. (T-02)







