AMBON,TABAOSNews.Com.- Langkah Bupati Seram Bagian Barat (SBB) yang menghentikan sementara operasional PT Spice Island Maluku (SIM) dinilai sebagai blunder serius dan gegabah.
Akibatnya, tak hanya ratusan tenaga kerja terdampak, tetapi juga mulai terjadi aksi-aksi anarkis di lapangan.
“Kenapa Pak Bupati ini bisa buat blunder seperti itu? Akhirnya terjadi penghentian sementara, lalu berapa banyak pegawai yang terdampak? Ini bukan persoalan kecil,” tegas anggota Komisi I DPRD Maluku, Zain Syaiful Latukaisupy, saat ditemui di Kantor DPRD Maluku, Selasa (30/7/2025).
Zain menilai, keputusan sepihak dari Bupati bukan hanya mematikan aktivitas ekonomi, tapi juga menciptakan keresahan yang berujung pada pembakaran alat berat milik perusahaan.
“Ini kan sudah jadi sinyal keresahan. Bisa saja ada pihak ketiga yang manfaatkan kekacauan ini. Karena itu, saya minta Polda Maluku dan seluruh jajaran harus turun tangan. Kasus pembakaran ini harus diusut tuntas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pernyataan Gubernur Maluku yang sebelumnya meminta Bupati SBB meninjau ulang kebijakan tersebut. Namun menurut Zain, permintaan itu tak cukup jika tak dibarengi langkah nyata.
“Kalau ternyata yang salah bukan PT SIM, tapi kebijakan sepihak Bupati, maka harus ada pertanggungjawaban. Jangan biarkan rakyat jadi korban,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra dari dapil SBB ini memastikan DPRD Provinsi akan mengambil langkah politik dengan memanggil Pemerintah Kabupaten SBB untuk dimintai penjelasan resmi di hadapan Komisi I.
“Perusahaan itu sudah pernah dikunjungi Gubernur. Di sana juga ada Bupati. Kami akan minta klarifikasi. Ini bukan soal bisnis semata, ini soal perut masyarakat,” ucapnya.
Zain menegaskan DPRD akan mendukung semua langkah penyelamatan situasi agar konflik tidak makin melebar.
“Kita perlu langkah cepat. Kalau tidak, yang dirugikan bukan hanya perusahaan atau pemerintah, tapi rakyat yang cari makan,” tutupnya. (**)






