AMBON,TABAOSNews.Com.- Akibat Cuaca ekstrim yang melanda Maluku membuat sejumlah ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan cukup parah.
Hal ini diakui, anggota Komisi III DPRD Maluku, Fauzan Alkatiri. Disebutkan beberapa ruas jalan tersebut diantaranya jalan penghubung Namlea di Kabupaten Buru Utara menuju Kabupaten Buru Selatan. Jembatan Kawanua, yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur, serta ruas jalan maupun jembatan lainnya yang berstatus Provinsi.
Tagal itu, komisi III menggelar rapat bersama mitra terkait, yakni Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) guna mengambil langkah selanjutnya untuk melakukan perbaikan agar tidak berdampak lebih jauh terhadap perekonomian masyarakat .
“Rapat ini berkaitan dengan kerusakan infrastruktur yang diakibatkan cuaca ekstrim . Komisi III sebelumnya sudah meninjau langsung ke beberapa titik bencana seperti di pulau Buru, oleh karena itu kita memanggil mitra untuk menindaklanjuti sehingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal dan tidak berdampak jauh terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Alkatiri usai rapat di DPRD Maluku, Selasa (16/7).
Ditambahkan politisi PKS itu, dari hasil kunjungan lapangan beberapa waktu lalu bahwa kerusakan sejumlah infrastruktur disebabkan perencanaan yang tidak matang lintas mitra . Karena itu, menurutnya, sangat penting koordinasi antar mitra dalam hal perencanaan pembangunan .
” Dengan tingginya intensitas curah hujan di Maluku maka tentu berdampak bagi kerusakan sejumlah infrastruktur baik itu jalan maupun jembatan. Namun kita ingatkan bahwa cuaca ekstrim ini bukan yang pertama di Maluku bahkan di tahun 2008 dan 2010 debit air akibat intensitas curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan 2024. Kerusakan ini akibat dari perencanaan pembangunan yang tidak matang, tidak terkoordinasi lintas sektor balai sungai dan balai jalan” tegas Alkatiri.
Menurutnya sangat terlihat pada ambruknya Jembatan Kawanua. Dimana jarak dari Check Dam atau bendungan cukup jauh dari jalan, alhasil debit air tidak terkendali. Begitupun dengan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru.
“Ini yang menjadi penekanan Komisi III kepada mitra sehingga pentingnya koordinasi lintas sektor dalam hal perencanaan hingga pembangunan ” harapnya.
Karena itu, Komisi III bersama mitra akan meninjau langsung ke lapangan untuk penanganan cepat sehingga akses transportasi, terutama distribusi bahan pokok dapat berjalan dengan baik.
“Yang tidak bisa dihindari dampak dari kerusakan jalan dan jembatan adalah tingginya harga bahan pokok. Ini yang terjadi pada daerah-daerah dampak bencana seperti di Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten SBT dan beberapa daerah lainnya dimana harga minyak tanah melambung naik. Komisi III sangat serius untuk segera melakukan pengecekan dan koordinasi lintas sektor agar tindakan penanganan perbaikan dapat segera dilakukan” tutup Alkatry. (T-02)







