AMBON,TABAOSNews.Com.- Dengan balutan pakaian serba gelap, anak anak Maluku Tenggara yang ada di Ambon menyalakan 1000 lilin, berdoa dan berikrar membawa pesan cahaya damai dari Tribun Lapangan Merdeka, pusat Kota Ambon ke tanah kelahiran tercinta, Kei, Rabu (27/7) malam.
Sebab mereka tak ingin lagi ada korban jiwa dan aksi saling bakar yang meruntuhkan budaya Ai Ni Ain, Fagnaan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Vigel Faubun, inisiator aksi 1000 lilin untuk Kei katakan, aksi ini lahir dari inisiatif anak muda Kei di Ambon yang bertujuan untuk Tabaos kepada masyarakat Kei disana agar segera setop bertikai dan kembalikan senyum perdamaian agar ketika orang luar datang kunjungi Kei tidak diliputi rasa takut.
“Mari hentikan pertikaian dan berdiri diatas hukum Larvul Ngabal, katong selesaikan semua dan kembali bersatu,” tutur alumnus FKIP Unpatti itu.
Bagi masyarakat Kei yang ada di Ambon maupun dimana saja berada kata dia, pasti sepakat bahwa biarkan pertikaian yang terjadi diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum. Namun dendam tidak boleh dibawah ke luar Kei.
“Katong tetap pertahankan budaya Ai Ni Ain Fagnaan di tanah rantau. Supaya katong berjalan dimana saja, katong tahu bahwa katong ini satu. Tidak dipisahkan karena soal agama dan sebagainya,” harapnya.
Karena pemicu bentrok antar Ohoi dari kalangan pemuda, Faubun berharap, generasi muda harus belajar tentang hukum Larvul Ngabal, memahami dan menjunjung tinggi hukum tersebut.
“Beta percaya, ketika dia memahami dan mengerti hukum Larvul Ngabal, maka pasti tidak akan ada kekacauan di Tanah Kei. Ini yang masih kurang dan mesti ditumbuhkan soal pentingnya mengerti hukum Larvul Ngabal,” kuncinya. (T-03)
