Urai Kemacetan, Pemkot Siapkan FS AMDAL

by -81 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) pun telah pasang target tahun ini FS atau studi analisis yang digunakan untuk mengukur dan menilai tingkat kelayakan pada sebuah proyek dan AMDAL disiapkan.

Kepala Bappeda Litbang Kota Ambon Enrico Matitaputty katakan, dengan kondisi pertambahan kendaraan yang pesat hampir 10 persen setiap tahun, lalu kemudian tidak ditunjang dengan jalan yang dibenahi, otomatis terjadi kemacetan. Dan salah satu solusinya yakni membangun jalan alternatif.

Dimana sesuai paparan Dirlantas Polda Maluku saat FGD beberapa waktu lalu, ditawarkan untuk bangun jalan alternatif sepanjang pantai Losari hingga Ongkoliong.

“Itu kita support. Namun memang untuk sampai ditahap itu ada banyak hal yang harus Pemda siapkan. Misalnya FS, kira-kira layak atau tidak dibuat, lalu harus dibuat AMDAL-nya. Selesai AMDAL, kita mesti bikin dia punya status tanah bagaimana, lahan misalnya. Itu kewenangan Provinsi dan kita mesti koordinasi,” jelasnya.

Untuk prosesnya itu memang kata Matitaputty, ini benar-benar kerja tim, hingga ke tingkat Detail Engineering Design (DED). Setelah semuanya jadi, baru terakhir dibuat proposal terkait pembangunan ke Pemerintah Pusat di Jakarta.

“Ini sama prosesnya dengan pembangunan pasar baru Mardika. Jadi kita buat dulu apa yang bisa kita siapkan, setelah itu kita bawa kesana. Kalau mereka oke, jalan,” tandas mantan Kadis PUPR Kota Ambon itu di Ambon, Minggu (7/8).

Oleh sebabnya, dalam tahun ini, yang bisa upayakan ialah FS dan AMDAL sudah wajib hukumnya. Sebab tanpa itu, pemerintah pusat sulit tindaklanjuti usulan. Belajar dari pengalaman soal proses pembangunan baru pasar Mardika.

“Kalau lahan kan tinggal katong koordinasi dengan Provinsi, karena memang itu di laut. DED mungkin bisa tahun depan lah, kalau sekarang sih seng terkejar. Kalau katong mau usul akang di tahun depan ke Jakarta gitu,” tandasnya.

Dalam aspek perencanaan, tambah Enrico, pembangunan jalan “pesisir pantai” ini dianggap bisa urai kemacetan.

Sebab kendaraan yang biasa lewat Mardika dan naik ke jalan Jenderal Sudirman, dengan adanya jalan ini, dari Losari ke Ongkoliong, bisa pulang lewat bawah dan sebaliknya, tanpa “nimbrung” macet di Batumerah.

“Minimal mobil penumpang semua harus lewat situ. Dengan begitu bisa sedikit kurangi beban kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman,” ungkap Matitaputty.

Disinggung soal alternatif lain juga untuk membangun underpass dibeberapa ruas jalan guna mengurai kemacetan, Enrico mengaku akan sangat tergantung dari hasil studi kelayakan (FS). Sebab semua ini baru ide.

“FS itu kan bukan cuma satu alternatif, dong akan kaji semua. Arahan pa Walikota yah musti jalan, FS sama AMDAL musti jalan di perubahan (APBD). Karena katong seng jalan sekarang, DED seng bisa jalan. Sebab DED itu kalau katong target 2023 masuk, Mei-Juni sudah selesai, katong sudah bisa bawa ke Jakarta,” pungkasnya.(T-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.