AMBON,TABAOSNews.Com.- Komisi II DPRD Maluku menggelar rapat mitra bersama Perum Bulog Maluku guna membahas penyerapan gabah petani yang dipimpin Ketua Komisi II, Irawadi, Kamis (15/1/2026) di ruang Komisi II DPRD Maluku.
Rapat dihadiri, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Maluku & Malut
Rudy Senawi Tahir, Manajer Supply Chain & Pelayanan Publik, Abdul Azis dan Manajer Bisnis, Chandra AG .
Ketahanan pangan menurut Irawadi menjadi fokus komisi dalam memulai aktifitas diawal tahun 2026 yang berdampak bagi masyarakat Maluku terutama petani.
Kerja petani menjadi perhatian Komisi agar seluruh proses penanaman yang dilakukan petani mulai dari pemilihan bibit, menanam hingga memanen diharapkan dapat berhasil dengan baik.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Maluku & Malut, Rudy Senawi Tahir mengatakan jika swasembada pangan cukup mendapatkan respon dari presiden sehingga target di tahun 2026 diharapkan dapat mengalami kenaikan.
Ketersediaan stok beras di Maluku mencapai 21.500 ton yang tersedia di beberapa gudang sehingga masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Sedangkan stok jagung pupil tidak tersedia di Maluku sebab petani menanam jagung manis .
Dikatakan lebih lanjut jika jika hasil gabah yang dihasilkan petani cukup baik hanya masalahnya ada pada alat pengilingan yang turut memberikan nilai mutu gabah petani di Maluku.
” Bulog menyerap gabah petani, memang kualitas gabah ditentukan oleh alat penggiling sehingga perlu mendapat perhatian bersama, sehingga dapat memperbaiki mutu gabah petani, ” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II, Suanthie John Laipeny memberi apresiasi namun meminta perhatian Bulog untuk serius memberi perhatian kepada kabupaten MBD untuk menyediakan gudang agar ada ketersediaan beras di wilahah MBD.
” Kalau musim pancaroba maka kami di MBD tidak ada beras, tapi kami tidak lapar sebab ada hasil jagung, kacang merah hingga ubi. Sebab kalau tidak ada beras maka kami dikategorikan miskin ekstrim. Karena itu, jika ada gudang maka stok beras selalu tersedia dan kami bisa makan beras. Semoga menjadi perhatian Perum Bulog,” tegasnya.
Irawadi menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak agar persoalan yang dihadapi petani dapat terselesaikan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
” Diharapkan, persoalan yang dihadapai petani terkait mutu gabah bisa terselesaikan dengan baik,” tutupnya. (**)







