AMBON,TABAOSNews.com,- Respons cepat ditunjukkan pihak Polda Maluku menyikapi dugaan tindak pidana kekerasan terhadap orang atau pemukulan yang dilakukan oknum personil Brimob berinisial AK alias Abraham pada lima ABK Sabuk Nusantara 103.
Melalui Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rum Ohoirat menegaskan, informasi tindak pidana tersebut sementara ini diselidiki bid Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Brimob Polda Maluku.
“Terkait informasi ini (dugaan pemukulan oleh oknum personil Brimob terhadap lima ABK), sementara diselidiki pihak Propam maupun pimpinan satuan Brimob Polda Maluku,” jelas Ohoirat via pesan WhatsApp, Jum’at (13/1).
Mantan Kapolres Maluku Tenggara itu pun memastikan apabila berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan tersebut benar salah satu terduga pelaku adalah anggota Brimob Polda Maluku, tentu yang bersangkutan akan diproses secara etik.
“Apabila benar salah satu pelakunya anggota Polda Maluku, maka pasti akan diproses. Ini sikap tegas, karena terkait institusi walau perbuatan tersebut oknum,” tegas juru bicara Polda Maluku itu.
Menurutnya, harapan untuk anggota harus jadi polisi yang dirindukan bukan dibenci masyarakat telah ulang kali disampaikan Kapolda Maluku.
Demikian pula peringatan yang sama agar seluruh jajaran agar jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat itu selalu jadi poin arahan dalam rapat atau apel. Sebabnya bila ada perbuatan oknum yang bertentangan dengan semangat itu, tentu harus disikapi.
“Sebab bapak Kapolda sudah sering tegaskan tidak akan mentolerir tindakan-tindakan yang tidak sesuai atau bertentangan. Personil yang buat masalah harus terima punishment, sementara personil yang baik, berprestasi dan bantu masyarakat, harus diberi reward,” kuncinya.
Sebelumnya diberitakan, tindakan tak terpuji dan berperi kemanusiaan ditunjukkan oknum dua orang aparat keamanan TNI-POLRI.
Ini karena lima Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Sabuk Nusantara 103 babak belur diduga dihajar oknum anggota TNI-AD berinisial MK alias Marlon dan oknum anggota Brimob berinisial AK alias Abraham.
Peristiwa memilukan dan memalukan itu terjadi di Pelabuhan Marsela, Pulau Masela, Kecamatan Pulau Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, Kamis (12/1) sekira jam 8 malam saat KM Sabuk Nusantara 103 tengah merapat di dermaga.
“Kami ABK mau turuni tangga terus anggota-anggota itu juga mau turun, tapi tangga belum dipasang talinya ada anggota yang langsung paksa turun lalu ditegur ABK. Oknum anggota itu dia tidak terima dan langsung naik balik ke kapal pukul ABK,” ungkap sumber KM Sabuk Nusantara 103 via pesan singkat, Jumat (13/1).
Menurutnya, ada lima ABK KM Sabuk Nusantara 103 yang menjadi korban penganiayaan dua oknum anggota TNI-AD Batalyon Infanteri 731 Kabaressi dan satu oknum anggota Brimob Polda Maluku.
“Yang dapat pukul 5 orang yaitu Mualim 2, Mualim 3, Masinis 1, Bosun dan juru mudi,” urainya tanpa menyebutkan identitas lengkap para korban. (T-03)
