MALTENG,TABAOSNews.Com.- Ketua Konsorsium pemekaran Seram Utara Raya Rusdi Pontoh angkat suara terkait pertikaian yang terjadi antara tiga negeri bersaudara: Sawai, Masihulan dan Rumaolat. Rusdi menyerukan pentingnya menghentikan konflik dan memulai langkah-langkah perdamaian.
“Kita lahir dari tanah yang sama, dibesarkan oleh budaya yang sama. Pertikaian ini hanya membawa luka dan memisahkan kita dari nilai-nilai kekeluargaan,” ujar Rusdi kepada media ini Sabtu (5/4/225)
Sebagai ketua konsorsium pemekaran seram utara raya yang dikenal karena sikap bijaknya, dengan lantang menyerukan perdamaian dan persatuan antar warga yang bersaudara.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa konflik hanya akan memperdalam luka dan memecah ikatan kekeluargaan yang telah terjalin turun-temurun.”ucapnya.
“Kita bukan musuh, kita adalah satu darah yang hanya berbeda kampung. Perselisihan ini harus disudahi. Saatnya kita duduk bersama, berdialog, dan membangun kembali kepercayaan yang terkoyak,” ujarnya.
Semoga pertikaian yang pernah terjadi antara negeri Sawai, Masihulan , dan Rumaolat segera berakhir dengan damai. Saatnya membuka hati, menutup luka, dan saling memaafkan demi masa depan generasi mendatang. Tiga negeri ini sejatinya bersaudara, terikat oleh sejarah, adat, dan nilai-nilai yang luhur.”ujarnya.
Harapan besar tertuju pada para tokoh adat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang dialog, merajut kembali tali persaudaraan, dan menguatkan persatuan. Karena hanya dengan perdamaian, kita bisa membangun negeri yang aman, sejahtera, dan penuh kasih.”ungkapnya.(**)





