Ribuan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Yos Sudarso

by -3 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Jelang perayaan hari besar keagamaan (Nataru) ribuan penumpang dengan tujuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT) menumpuk di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Padahal puncak arus mudik antar pulau itu terjadi di tanggal 17 Desember 2025. Namun sayangnya pos Nataru di pelabuhan Yos Sudarso akan berfungsi mulai 18 Desember 2025.

Ribuan penumpang diketahui telah berada di pelabuhan sejak dua hari karena menunggu jadwal kapal yang gagal berangkat karena adanya warning cuaca .

Kondisi pelabuhan Yos Sudarso-Ambon, menjadi sorotan Komisi III DPRD Maluku saat melakukan on the spot Selasa, (16/12/2025) terkait kesiapan pos Nataru.

Dari pantauan media, ribuan penumpang yang sementara menunggu kepastian kapal akhirnya tidur di emperan pelabuhan . Bahkan fasilitas pelabuhan sangat minim terutama penyediaan toilet .

” Sebenarnya kemarin kapal sudah berangkat, tapi karena ada warning cuaca jadi kapal tunda. Akhirnya kita semua harus tidur di emperan karena menjaga barang bawaan” ujar Nona, penumpang Kapal Sabuk .

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo mengatakan semestinya fasilitas toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan seharusnya sudah disiapkan sejak awal. Namun fakta di lapangan menunjukkan kesiapan tersebut belum maksimal.

“Laporan ke kami seolah-olah semua sudah siap, tapi kenyataannya di lapangan tidak seperti itu. Tanggal 16 belum siap apa-apa, padahal puncak arus Natal dimulai 17 Desember. Ini yang membuat kami kecewa,” tegasnya.

Alhidayat mengaku sempat terpancing emosi karena keluhan penumpang sangat banyak, mulai dari keterbatasan toilet, tidak adanya tempat berteduh, hingga praktik calo tiket (TKB) yang semakin meresahkan.

“Hal-hal sederhana seperti toilet, tempat mandi, tenda, ini seharusnya sudah dipikirkan dari awal. Untung ini bukan musim hujan. Bayangkan kalau hujan, kondisinya akan lebih parah,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh pos pengamanan Natal diaktifkan, sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan cepat ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhamad Malawat, mengakui bahwa masih terdapat kekurangan dalam kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso.

Ia menyebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Memang tadi kita temukan kondisi di lapangan belum siap sepenuhnya. Tempatnya sempit, toilet terbatas. Ini akan segera kami koordinasikan, termasuk penambahan tenda dan penyediaan toilet portable,” ujar Malawat.

Ia menjelaskan, persoalan penumpang yang menginap di pelabuhan bukan hanya terjadi saat Natal dan Tahun Baru, melainkan masalah lama yang telah berulang setiap tahun. Hal ini, menurutnya, juga sudah menjadi catatan dalam desain pengembangan pelabuhan ke depan.

“Penumpang memilih tinggal di pelabuhan karena tidak punya cukup biaya atau ditolak penginapan akibat barang bawaan yang banyak. Ini sudah lama kami sampaikan ke pengelola pelabuhan dan akan diperhitungkan dalam desain pelabuhan yang baru,” jelasnya.

Malawat memastikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PU, Pelindo, BNPB, serta aparat terkait untuk penambahan tenda, toilet mobil, dan pengamanan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Setelah ini kami akan langsung berkoordinasi untuk menyiapkan fasilitas tambahan, terutama di Pelabuhan Yos Sudarso,” tutupnya. (T-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.