AMBON,TABAOSNews.com.- 11 DPC dan DPW PPP se-Maluku satu suara rekomendasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang.
Selain Capres, PPP Maluku juga mendukung Plt Ketua Umum DPP PPP, H.M Murdiono dan Menteri BUMN, Erick Thohir di posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres). Rekomendasi itu sesuai hasil rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) II, Kamis (3/11).
“Dari hasil itu, kami serahkan sepenuhnya dan yakin atas keputusan yang akan diambil DPP itu yang terbaik bagi partai, umat, agama dan bangsa. Juga rekomendasi meminta DPP perjuangkan A.M Sangadji sebagai pahlawan nasional,” tandas para ketua DPC PPP se-Maluku.
Terkait rekomendasi tersebut, Plt Ketua Umum PPP H.M Mardiono mengaku, dukungan tersebut wajar dari kader dengan melihat situasi politik dan dinamika bangsa. Namun harus diakui PPP di Pemilu nanti, tidak bisa calonkan Capres-cawapres sendiri tapi perlu koalisi.
“Perlu dimaklumi bahwa perolehan suara PPP hanya 4,5 persen lebih, sedangkan untuk syarat pencalonan Capres-cawapres harus capai 20 persen. Karena itu kita membangun koalisi dengan partai lain dan PPP sudah membangun koalisi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Golkar dan PAN,” jelasnya.
Nanti kata anggota Wantimpres itu, akan ada ruang tersendiri pembahasan itu. Tetapi kemudian jika kini ada mengemuka suara-suara arus bawah, tentu DPP memiliki kewajiban untuk mendengarkan dan merangkum suara-suara arus bawah itu.
Suara arus bawah, sambungnya, jika dijadikan sebagai bahan pertimbangan internal PPP sendiri pun dirasa belum cukup. Pasalnya, apapun yang diputuskan dari internal, harus diputuskan berdasarkan mekanisme KIB.
“Setelah kita rangkum dan putuskan secara internal, kita bawah lagi ke KIB, apakah satu paham dengan partai koalisi atau tidak. Harapannya, keputusan internal PPP sesuai suara arus bawah masuk KIB ada kesamaan dengan partai koalisi lain. Jika berbeda, maka perlu ada negosiasi politik,” tegasnya.
Dalam berdialog politik, memang akui Mardiono, harus mengakui identitas gagasan untuk bagaimana membangun bangsa dan negara ini kemudian menjadi lebih baik lagi dan tidak boleh tertinggal.
“NKRI ini harus lebih baik lagi dan kita tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain, itu esensinya. Jadi yang kita pikirkan bukan semata-mata untuk PPP tapi bagi rakyat Indonesia. Sebab PPP bagian dari instrumen memperjuangkan rakyat Indonesia,” ungkap Mardiono saat membuka Rapimwil dan TOT sekolah politik perempuan PPP. (T-03)






