Penjabat Walikota Diminta Evaluasi Kadis Yang Tak Capai Target

by -6 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena diminta untuk mengevaluasi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Ambon yang tidak mencapai target hasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Ambon, salah satunya Kadis Perindustrian Perdagangan (Kadisperindag).

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Keadilan Pembangunan Yusuf Wally usai rapat gabungan komisi II & III DPRD Kota Ambon bersama Disperindag, Dinas Perhubungan, SatPol PP dan perwakilan pedagang pasar Mardika di Baileo Rakyat DPRD Kota Ambon, Kamis (28/07).

Menurut Wally, permintaan itu berangkat dari fakta yang terjadi bahwa OPD pengumpul gagal meraih target PAD yang sudah dirancang baik di tahun 2021 maupun 6 bulan pertama di 2022.

“Semua pimpinan OPD di lingkup pemerintah kota (Pemkot) Ambon perlu dievaluasi jika tidak memenuhi target PAD , termasuk kadis Disperindag karena mereka dinas pengumpul PAD,” tegasnya.

Salah satu kegagalan Kadis Perindag ialah kata politisi PKS itu, dirinya sampai hari ini tidak tidak pernah menyampaikan dengan data valid jumlah pedagang di kota Ambon. Namun selalu saja berubah-ubah. Padahal asosiasi pedagang malah yang kantongi dan mereka sampaikan jelas ke komisi.

“Sampai hari ini pernyataan teman-teman di komisi dan para pedagang dapat sampaikan tentang jumlah pedagang dan itu sudah jelas, tapi Dinas tidak pernah melampirkan dan menyampaikan dengan valid jumlah pedagang ke DPRD,” sesalnya.

Sebab asumsinya jika data yang dimiliki asosiasi pedagang ada 3.000 lebih pedagang yang terdata resmi, tentu akan berbanding lurus dengan berapa besar PAD yang didapatkan Pemkot lewat tarif retribusi setiap harinya.

“Harus diperjelas dalam hal ini Disperindag yang menarik restribusi tersebut. Kalau data saja tidak jelas yah tentu akan bermasalah juga dengan retribusi dan PAD bagi Kota kita,” ingatnya.

Apalagi tambah legislator dua periode dapil Ambon II itu, Kadis Perindag juga mengatakan tidak pernah menarik retribusi pada pedagang di lokasi terminal Mardika.

“Ini perlu dipertanyakan dan sinkronisasi apakah itu benar atau tidak. Nanti kalau komisi tidak on the spot lapangan yah saya nanti yang akan turun sendiri cek di lapangan benar atau tidak statemen itu,” pungkasnya.

Diketahui, rapat gabungan yang dipimpin langsung Ketua DPRD kota Ambon Ely Toisuta dan Wakil Ketua DPRD Gerald Mailoa itu bertujuan koordinasi lebih lanjut dalam rangka penertiban pasar dan terminal Mardika untuk difungsikan sebagaimana layaknya.

“Intinya DPRD mendukung tentu atas kerjasama pemerintah dan para pedagang. Sehingga jika telah dilakukan penertiban pedagang tidak kembali lagi berjualan didalam terminal dan ruas jalan yang menghalangi akses lalu lintas,” kunci Toisuta. (T-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.