AMBON,TABAOSNews.Com.- Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie memastikan pihaknya akan memanggil Direktur RSUD Haulussy, dr Nasaruddin untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban terkait polemik bagi jasa medis yang sudah jadi konsumsi publik dan DPRD Maluku itu.
“Hari Senin kita panggil. Sudah diperintahkan Kepala BKD untuk memanggil yang bersangkutan dengan beberapa dokter supaya kita cari solusi terbaik dalam penanganan polemik ini,” tandas Sadali di Ambon, Minggu (7/8).
Tak saja Direktur RSUD, namun menurut Sadali, beberapa dokter yang telah mengundurkan diri karena tidak sejalan dengan kebijakan Direktur pun ikut dipanggil.
Sehingga dengan begitu, semua jelas dan bisa ditemukan bersama jalan keluarnya agar pelayanan kesehatan di rumah sakit kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
“Pasti, kita panggil untuk kita mendengar dari kedua belah pihak, lalu kita ambil solusi yang terbaik untuk penanganan ini, sehingga tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.
Sebelumnya, Sadli mengaku, dirinya memang belum tahu alasan pengunduran diri empat dokter RSUD dr Haulussy. Karena itu mereka akan dipanggil pada waktunya.
Bila atas dasar permintaan atau dari sisi ketaatan, kepatutan selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu dikaji ulang.
“Nanti kita panggil mereka,” cetus Sadali di Ambon, Rabu (3/8).
Disinggung soal apakah karena Pemda Maluku belum memberikan hak keempat dokter sehingga mereka undur diri, Sadali tegaskan sejauh ini tidak ada.
“Tidak ada keberatan terkait itu. Tapi pasti nanti kita panggil kedua belah pihak untuk kita bicarakan, mencari solusi yang terbaik. Karena kalau keempat dokter itu tidak melaksanakan tugas, bisa berdampak pada pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
“Nanti dalam waktu dekat segera mungkin kami panggil Direktur dan keempat dokter itu untuk mediasi, cari jalan terbaik. Sebab kalau rekomendasi DPRD Maluku juga sudah ada, maka akan kita panggil demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya. (T-03/T-04)






