AMBON,TABAOS.News.com,- Deklarasi peresmian dan pembentukan organisasi paguyuban masyarakat Papua di Kota Ambon, Selasa (14/6) didukung dan disambut baik Pemerintah dan warga Kota Ambon.
Penjabat Walikota, Bodewin Wattimena mengaku, pemerintah kota (Pemkot) mendukung penuh pembentukan organisasi paguyuban yang diharapkan bisa menampung dan wadahi aspirasi warga Papua yang ada di Kota Ambon khususnya.
Selain itu, adanya organisasi paguyuban, seyogyanya bisa mendukung pembangunan dan pendidikan di Kota Ambon dan Maluku, seiring banyaknya warga dan mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di kota ini.
“Jadikan dia wadah positif. Untuk membangun kreativitas di bidang seni dan budaya Papua agar ditampilkan di kota Ambon. Lahirkan ide-ide cemerlang yang menyasar tanah Papua,” harap Wattimena.
Apalagi ketika dorongan orang tua untuk menuntut ilmu di Kota Ambon agar kedepan bisa membangun Papua, tentu harus dijaga dan dijalankan dengan baik.
Oleh sebab itu, ketika ada masalah yang terjadi selama di Kota Ambon, Wattimena mengajak untuk menempuh jalur koordinasi dan komunikasi agar bisa dituntaskan.
“Tidak boleh ambil tindakan anarkis yang bisa merugikan adik-adik mahasiswa dan masyarakat di kota ini. Menjaga keamanan, ketertiban dan partisipasi dalam program pembangunan itu bagian dari komitmen organisasi paguyuban,” harapnya.
Menurut Wattimena, pemerintah dan organisasi paguyuban masyarakat Papua di Ambon bisa bersinergi dalam membuat kegiatan positif. Karenanya, kelangsungan organisasi paguyuban ini penting dijaga, tidak monumental semata.
“Masyarakat kota Ambon mari kita terima paguyuban ini dengan baik. Dan bagi anggota organisasi paguyuban, saya pesankan agar jaga kebhinekaan, maknai dia sebagai anugerah Tuhan. Tidak boleh perbedaan jadi pemecah belah,” pesannya.
Puluhan masyarakat Papua yang didominasi mahasiswa IAKN Ambon dan dari berbagai kampus lain, ambil bagian dalam deklarasi peresmian dan pembentukan organisasi paguyuban tersebut di ruang Darwin Balaikota Ambon.
Rektor IAKN Ambon Dr Yance Z Rumahuru, MA menyebut, mahasiswa Papua di Ambon paling banyak belajar di kampus IAKN yakni 45 orang, lewat program beasiswa Papua Bangga dalam KIP kuliah untuk akselerasi percepatan sumberdaya di tanah Papua.
“Adanya deklarasi pembentukan paguyuban ini dipandang baik. Sebab bisa membantu dalam koordinasi dan menampung aspirasi semua masyarakat maupun mahasiswa Papua,” tandas Rumahuru yang ikut hadiri deklarasi tersebut.
Termasuk ini bagian dari meminimalisir suara-suara ingn pisah dari NKRI, Rumahuru melihat ini lebih bagaimana memanage keberagaman. Sehingga harapannya adalah sekalipun negara menjamin kebebasan warganya untuk keluarkan pendapat, tapi jangan sampai ada kata ingin keluar dari NKRI.
“Itu tidak boleh (pisah dari NKRI). Paguyuban ini sangat penting untuk pembinaan, penanaman wawasan kebangsaan dan penyadaran tentang betapa pentingnya NKRI,” pungkas Rektor Rumahuru. (T-03)







