Lapak Mahal, Pedagang Diminta Lapor

by -11 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mintakan pedagang agar melaporkan ke pemerintah atau langsung ke pihak kepolisian terkait oknum-oknum “pemain” harga lapak mahal di pasar Mardika.

“Kalau harga lapak terlalu mahal yah sampaikan ke kita, mahalnya seperti apa. Itu kan kemarin Pemerintah Kota (Pemkot) bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pembangunan lapak, tapi kan itu sebelum saya kan,” jelas Wattimena.

Memang kata dia, ada laporan seperti itu (harga lapak mahal). Dan Pemkot sudah melakukan pendataan dan identifikasi untuk nantinya ditindaklanjuti.

“Mestinya kan harga lapak dijangkau dan dibeli oleh pedagang. Kalau mereka menjual dengan harga yang tidak wajar atau tinggi, silahkan dilaporkan ke kita atau langsung ke pihak kepolisian, biar ditertibkan lah yang seperti begitu,” pinta Sekretaris DPRD Maluku itu.

Pasalnya Pemerintah Kota sebut Wattimena, tidak mentolerir perilaku oknum-oknum di pasar yang seperti itu. Sehingga kepolisian juga mesti turun tangan awasi praktek di lapangan yang pada akhirnya nama pemerintah dibawa-bawa.

Menurut Wattimena, dimasa kepemimpinan dirinya sebagai Penjabat Walikota, semua pembenahan ini menjadi prioritas untuk ditangani, tak saja dalam aspek di internal birokrasi. Termasuk pula penataan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut di pasar dan terminal Mardika.

“Untuk menertibkan pasar Mardika kita sudah bentuk tim. Sampai saat ini mereka masih berkoordinasi. Saya tugaskan asisten II pimpin tim, dengan Kadis Perindag untuk berkoordinasi dengan instansi lingkup Pemkot tetapi juga TNI/POLRI terkait hal itu,” urainya.

Mestinya kata Wattimena, penertiban sudah dilakukan tapi karena masih terus berkoordinasi, sehingga tertunda ke Minggu depan baru jalan.

“Kita sementara dalam proses pembangunan pasar Mardika. Konsekuensi pembongkaran pasar kemarin adalah pedagang direlokasi, sambil menunggu pasar selesai dibangun. Kita memang kesulitan karena tidak ada ruang cukup tersedia bagi mereka,” urai Wattimena.

“Jadi hari ini kalau ada kios/lapak dibangun diatas trotoar, itu bagian dari kita memberi ruang bagi mereka. Kalau pasar sudah jadi, normal kembali. Ini sementara. Susah itu ada lapak disediakan, tapi mereka lebih pilih jualan di badan jalan yang timbulkan macet. Kembali pada kesadaran, kita tidak bisa setiap saat ada mengatur,” pungkasnya. (T-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.