AMBON,TABAOSNews.Com. — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Benhur George Watubun saat berbicara dihadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Kristen Indonesia Maluku ( UKIM)mengatakan perguruan tinggi tidak sekadar berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan akademis, melainkan sebuah kekuatan strategis (strategic force) yang memegang peranan krusial dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Dengan ekosistem intelektual yang dimilikinya, dunia kampus memiliki kapasitas penuh untuk menjawab berbagai tantangan riil di tengah masyarakat.
Menurutnya, Perguruan Tinggi merupakan salah satu institusi paling vital bagi kemajuan daerah karena ditopang oleh sumber daya yang lengkap dan komprehensif.
Kekuatan Intelektual dan Jaringan Luas
Benhur menjelaskan, institusi pendidikan tinggi di Maluku memiliki aset berupa sumber daya manusia berkualitas, mulai dari tenaga ahli, para peneliti, hingga ribuan mahasiswa yang dinamis.
Tidak hanya itu, kehadiran perguruan tinggi juga didukung oleh jaringan kerja sama yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kombinasi antara modal intelektual dan jejaring global inilah yang memungkinkan perguruan tinggi untuk memproduksi pengetahuan yang kontekstual.
Pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan guna memahami kompleksitas persoalan pembangunan daerah, sekaligus merumuskan alternatif penyelesaian masalah yang berbasis riset dan data yang akurat.
”Perguruan tinggi dapat menghasilkan pengetahuan yang digunakan untuk memahami berbagai persoalan pembangunan sekaligus merumuskan alternatif penyelesaiannya,” ujar Watubun, Rabu (26/8).
Ditegaskan optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
dalam pandangan pimpinan legislatif Maluku ini, kekuatan strategis perguruan tinggi sejatinya berakar kuat pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi:
Pendidikan dengan menyiapkan generasi muda Maluku yang kompeten, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.
Penelitian , juga melahirkan kajian-kajian ilmiah dan inovasi teknologi yang relevan dengan potensi serta karakteristik wilayah kepulauan.
Sedangkan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan mengaplikasikan langsung ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberdayakan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat.
Ketiga fungsi utama tersebut, lanjutnya, tidak boleh berjalan secara parsial. Jika dikelola secara sinergis, Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang riil dan berdampak langsung dalam mendukung percepatan pembangunan daerah di Maluku.
DPRD Provinsi Maluku pun mendorong adanya kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, legislatif, dan kalangan akademisi agar setiap kebijakan publik yang diambil selalu berpijak pada kajian ilmiah yang mendalam.
” DPRD Maluku akan terus mendorong kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, legislatif dan kalangan akademisi agar kebijakan publik yang diambil berpihak pada kajian ilmiah yang mendalam, ” (**)







