IAKN Ambon Hasilkan Wisudawan Terbaik

by -27 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menghelat wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana (S2-S3) periode I tahun 2022 secara onsite atau terbuka di Auditorium Kampus, Jumat (29/7).

Dengan mengusung tema “Membangun SDM Unggul Memperkuat Indonesia Tangguh”, sebanyak 57 orang ditelorkan oleh kampus bertajuk “Harmoni Dalam Keberagaman” itu, yang kemudian diserahkan pihak lembaga ke ketua alumni IAKN Ambon, Dr Onisimus Amtu, M.Pd.

Mereka terdiri dari satu orang Doktor (S3) Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Kristen, enam Magister (S2) Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK), satu Magister (S2) Prodi Musik Gerejawi.

Kemudian 32 orang Sarjana (S1) Prodi PAK, delapan Sarjana (S1) Prodi Bimbingan Konseling Kristen, satu Sarjana (S1) Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, tiga Sarjana (S1) Prodi Pastoral Konseling, satu Sarjana (S1) Prodi Agama dan Budaya, satu Sarjana (S1) Prodi Pariwisata Budaya dan Agama dan tiga Sarjana (S1) Prodi Pendidikan Seni Musik.

Rektor IAKN Ambon, Dr. Yance Z. Rumahuru MA berharap, agar para wisudawan menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Wisudawan juga harus siap menjadi pemimpin yang adil dan mensejahterakan.

“Harapannya, mereka tidak menjadi pribadi yang pasif, namun bisa ciptakan pekerjaan melalui bidang keilmuan mereka masing-masing. Dan kurikulum kami sudah dirancang sehingga selain memiliki skil IT, tapi juga diimbangi dengan karakter dan etika yang baik,” tandasnya.

Rumahuru pun meminta 57 wisudawan untuk tidak mudah putus asa saat ditempa berbagai masalah. Sebab, salah satu syarat agar bisa menjadi manfaat bagi masyarakat adalah menjadi pribadi yang kuat dan terus mengasah serta memperbaiki diri.

Sementara, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dalam orasi ilmiahnya memberi apresiasi kepada segenap jajaran civitas akademika IAKN Ambon yang terus membentuk generasi muda Maluku untuk Indonesia Maju. Ini merupakan persiapan jelang tahun 2045. Dimana Maluku dan Indonesia akan genap berusia 100 tahun.

“Masyarakat harus bisa menikmati kemajuan yang signifikan dari sektor ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan. Tapi pertanyaan sederhananya, apakah SDM Maluku bisa kompetitif dan mampu menjadi tuan rumah atau sekedar penonton di rumah sendiri?” tanya Orno.

Keberhasilan seorang lulusan perguruan tinggi di dalam masyarakat, menurutnya ditentukan oleh kemampuan menyesuaikan diri, mencapai target dan menjawab tantangan. Sebab, kompetisi yang ketat dalam dunia kerja tidak bisa dihindari.

“Artinya, wisuda ini bukan akhir kita belajar melainkan harus tekun dalam mengembangkan kemampuan analisa dan memecahkan masalah kemasyarakatan/kemanusiaan, karena permasalahan di dunia nyata bersifat holistik serta multidimensional,” ingat mantan Bupati MBD itu.

Berdasarkan data BPS Maluku per Agustus tahun 2021, jelas Wagub, sebanyak 42,86 persen penduduk Maluku yang bekerja masih didominasi lulusan SMP ke bawah, sisanya 19,32 persen adalah sarjana dan diploma.

“Itu artinya, tenaga kerja ahli masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan diberbagai sektor,” ungkap Wagub.

Dari 140 juta angkatan kerja per tahun 2021, 9 juta diantaranya masih pengangguran karena pandemi. Jumlah ini, belum dihitung dengan penduduk usia produktif yang siap di dunia kerja sebanyak 1,8 juta dari SMA dan 1,7 juta dari lulusan perguruan tinggi.

Disisi lain, lapangan kerja yang tersedia hanya sekitar 3,6 juta.

“Sedikitnya lapangan kerja dari jumlah pencari kerja yang terus meningkat, memaksa lembaga pendidikan kita termasuk IAKN harus mendidik mahasiswa yang bisa menciptakan lapangan kerja menuju Indonesia maju,” urainya.

Komitmen inilah, yang membuat pemerintah pusat, kata Orno, telah merumuskan kriteria SDM unggul, antara lain berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, toleran, jujur, berhati Indonesia, berideologi Pancasila, berakhlak mulia, bekerja keras, berdedikasi dan menguasai keterampilan serta ilmu pengetahuan.

Sebab itu, dirinya berharap, momentum wisuda dapat merefleksikan posisi IAKN dalam memproduksi SDM unggul dan terpercaya. Keyakinan itu tinggi
sebab sumbangan kampus ini amat sangat besar terutama dalam membangun persepsi masyarakat.

“Kita harus berani berkata kemiskinan di Maluku itu soal masa lalu, kerja keras dan cerdas adalah soal masa kini yang harus dikeluarkan ditengah kekayaan alam Maluku yang melimpah. Caranya harus hidup disiplin dan optimis,” ungkapnya.

Memang tambah mantan wakil Bupati MTB itu, pengangguran dan kemiskinan selalu berbanding lurus. Olehnya dibutuhkan kerjasama perguruan tinggi dengan pemerintah dalam mengatasinya.

“IAKN Ambon pun harus memperteguh komitmennya untuk berkontribusi mewujudkan SDM unggul dan terpercaya,” pungkasnya. (T-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.