AMBON,TABAOSNews.com,- Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk kurangi timbunan sampah nampaknya perlahan mulai terwujud.
Sebab tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan Larier pasar Minggu Negeri Passo Kecamatan Baguala “disulap” menjadi lapak bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Anggaran yang dihabiskan untuk bangun delapan (8) lapak ukuran 3×3 beratapkan Senk, berdinding kayu dan triplex di kawasan tersebut pun fantastis, Rp 100 juta lebih.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, ide itu selain untuk menjaga area TPS tersebut dari buangan sampah tapi juga memberikan ruang dan tempat bagi pedagang atau UMKM untuk berjualan.
“Ini kan kita (Pemkot) bangun diatas tanah orang. Tanah milik keluarga, bukan pemerintah. Karena itu pemerintah tidak menarik retribusi. Tapi nanti setiap orang yang berjualan disini dia berkewajiban untuk bayar sewa ke pemilik lahan,” jelasnya.
Bangunan lapak yang sudah tersedia ini, kata Wattimena akan dikoordinir oleh pemerintah negeri Passo, untuk nantinya inventaris pedagang yang masuk berjualan dan memastikan harus orang Ambon dari Negeri Passo dan sebagainya.
“Anggaran pembangunan lapak ini 100 juta lebih. Ukurannya 3×3. Pemerintah Negeri Passo sementara data pedagang yang berjualan gorengan, rujak dan lainnya untuk masuk. Saya berharap mereka yang masuk jualan itu warga kota Ambon,” urainya.
Diharapkan dengan tersedianya lapak UMKM ini kata dia, bisa meningkatkan pendapatan UMKM di Kota Ambon. Karena juga dalam pertimbangan untuk menata lebih luas kawasan disini agar lebih rapih.
“Ini kan cuma 8 lapak. Kita upayakan bisa perlebar dia agar rapi. Namun memang ada yang berjualan di area sini merupakan penduduk Maluku Tengah. Sasaran kita kan bagi warga kota Ambon,” pungkasnya. (T-03)








