AMBON,TABAOSNews.com.- Rumah Sakit Sumber Hidup milik Gereja Ptotestan Maluku (GPM) yang berada di jalan Anthony Reebook-Kota Ambon terus berbenah dengan melakukan pergantian direktur RS dari dr Elviana Pattiasina/Maitimu kepada dr Trivinanda Abednego .
Pergantian direktur yang dilakukan pada hari Kamis (6/4) guna memaksimalkan perhatian khusus dalam hal penanganan sistim managemen rumah sakit maupun peningkatan mutu pelayanan .
” Pergantian direktur dalam suatu manajemen rumah sakit itu adalah hal yang biasa untuk memaksimalkan penanganan terhadap standart mutu pelayanan tetapi juga dalam hal penataan sistim managemen rumah sakit. Sebab saya tidak mungkin menangani yayasan kesehatan dan rumah sakit. Karena itu perlu ada pergantian sehingga fokus terhadap pembenahan internal bisa berjalan dengan maksimal” ujar Pattiasina/Maitimu .
Dijelaskan Pattiasina, jika rumah sakit Sumber Hidup sebagaimana telah menjadi konsumsi jemaat punya banyak masalah yang ditinggalkan direktur-direktur sebelumnya terutama dalam hal keuangan.
Namun masalah keuangan terkait dengan jasa tenaga kesehatan hingga hutang Farmasi boleh berangsur-angsur diselesaikan dengan bantuan Sinode GPM sebagai pemilik rumah sakit. Bahkan kini rumah sakit telah kembali melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melayani seluruh peserta JKN sehingga cukup datang ke RS Sumber Hidup GPM dgn memperlihatkan kartu tanda penduduk ( KTP ) saja.
” Memang tidak gampang menyelesaikan masalah dengan nominal hutang yang cukup besar bahkan dengan sistim managemen yang tidak dikelola secara tepat. Saya sewaktu diminta itu hanya untuk waktu Tiga bulan tapi saya sudah menjalankan tanggung jawab sebagai Plt direktur sejak 27 Febuari 2021- 6 April 2023 . Menyelesaikan masalah yang melilit RS Sumber Hidup tidak mudah sebab tidak didukung sepenuhnya oleh internal rumah sakit. Tapi puji Tuhan berbagai masalah sudah berangsur terselesaikan namun masih ada kewajiban yang harus juga diselesaikan oleh direktur yang baru” urainya.
Menurutnya, saat ini Rumah Sakit Sumber Hidup dalam peningkatan sistim managemen telah memakai jasa akuntan publik terutama dalam menangani masalah keuangan sehingga terbuka.
Hal itu dimaksudkan agar Sinode GPM sebagai pemilik bisa mengetahui seberapa besar asset yang dimiliki sehingga terbuka termasuk pengelolaan keuangan dan digitalisasi penanganan managemen rumah sakit.
” Penanganan tidak mudah, selain pembenahan di internal namun perbaikan fasilitas rumah sakit perlu dilakukan dan itu yang saya jalankan sehingga mulai tertata dengan baik ” jelasnya.
Dirinya optimis dengan dipimpin oleh dr Trivinanda Abednego rumah sakit Sumber Hidup akan terus dibenahi sehingga dapat meningkatkan standart mutu pelayanan rumah sakit sekaligus pembenahan sistim managemen rumah sakit .
” Sebagai ketua yayasan kesehatan GPM , saya akang terus melakukan pendampingan dengan direktur rumah sakit yang baru sehingga penyelesaian semua masalah bisa terselesaikan dengan baik” tegasnya. (T-02)






