AMBON,TABAOSNews.Com.- Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan Seram Bagian Barat (SBB), Haji La Nyong menyikapi keluhan Ketua Klasis Kairatu, Pdt H Rutumalessy yang menyampaikan bahwa banyak guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdi di sekolah swasta, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menunjukkan sikap malas dalam menjalankan tugasnya.
Rutumalessy menambahkan, guru yang bersatus pegawai negeri sipil tersebut diketahui jarang masuk sekolah untuk mengajar . Ironisnya, kehadiran mereka di sekolah hanya hadir saat ujian tengah semester atau menjelang ujian kenaikan kelas, terutama sekolah yang ada di daerah pegunungan.
Kondisi ini menurutnya, sangat merugikan dunia pendidikan dan kualitas pembelajaran bagi siswa di daerah Seram Bagian Barat.
Menanggapi keluhan tersebut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan bahwa akar permasalahan ini berasal dari pemerintahan sebelumnya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Ia menilai bahwa tata kelola pemerintahan dan pembangunan infrastruktur dilakukan secara amburadul, karena melibatkan orang-orang terdekat tanpa mempertimbangkan kompetensi yang memadai.
“Saya berharap pemerintahan yang baru ini dapat lebih baik dalam mengelola tata pemerintahan, terutama dalam bidang pendidikan. Jangan sampai kesalahan yang lalu terus berulang. Ini adalah harapan masyarakat,” ujar La Nyong.
Keluhan mengenai guru PNS yang malas ini disampaikan oleh Ketua Klasis Kairatu dalam pembukaan Sidang Klasis Kairatu yang berlangsung di Desa Nurue .
Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, serta Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama dan mendengar langsung apa yang di sampaikan oleh Ketua Klasis Kairatu.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan ada solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SBB khususnya di wilayah terpencil dan pegunungan yang masih menghadapi berbagai tantangan. (**)






