AMBON,TABAOSNews.Com.- Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Irawadi, menyatakan pihaknya akan segera mengundang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Maluku sebagai dasar pengusulan kuota tahun anggaran 2027.
Hal ini disampaikannya usai rapat kerja bersama Pertamina Patra Niaga Maluku di ruang Komisi II DPRD, Rabu (22/4/2026).
Menurut Irawadi, pemanggilan OPD dijadwalkan setelah tahapan pengawasan DPRD rampung, yakni pada awal hingga pertengahan Juni 2026.
“Kami akan mengundang seluruh dinas terkait, mulai dari Dinas Pertanian, perdagangan, kelautan dan perikanan, perhubungan hingga koperasi. Tujuannya untuk memperbarui data kebutuhan BBM di Maluku,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data tersebut penting untuk memastikan pengajuan kuota BBM 2027 lebih akurat dan sesuai kebutuhan riil di daerah. Selain itu, DPRD juga ingin mengidentifikasi pelaku usaha yang belum memiliki izin resmi dalam distribusi BBM di tingkat kabupaten/kota.
Irawadi menyoroti masih terbatasnya penyalur BBM bersubsidi seperti solar dan pertalite di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan dalam pemerataan distribusi energi.
“Penyalur BBM bersubsidi itu terbatas, sehingga perlu ada percepatan rekomendasi dari kepala daerah agar distribusi bisa lebih merata,” katanya.
Ia menegaskan, proses distribusi BBM bersubsidi memiliki mekanisme ketat, termasuk sistem pelaporan online harian. Namun, kendala jaringan di wilayah tertentu sering menjadi hambatan teknis.
Meski demikian, ia menilai hal tersebut merupakan risiko yang harus ditanggung oleh pelaku usaha penyalur, mengingat BBM merupakan komoditas strategis milik negara yang tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan.
“Ini bukan sekadar bisnis, tapi juga fungsi pelayanan kepada masyarakat. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irawadi mengatakan DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penerbitan rekomendasi penyaluran BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, khususnya di daerah yang belum memiliki SPBU.
Terkait stok, ia menyebut pasokan BBM dari Pertamina saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan 27 hingga 28 hari ke depan sesuai ketentuan.(**)







