AMBON,TABAOSNews.Com.- Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Suanthie John Laipeny mengingatkan Pertamina untuk terus memantau dan mengevaluasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan).
Pasalnya ditiap moment hari besar keagamaan sering terjadi kelangkaan Mitan di masyarakat. Padahal kebutuhan rutin masyarakat terutama BBM khusus Mitan untuk kebutuhan rumah tangga tidak terlalu mengalami kenaikan yang signifikan.
Dirinya mengatakan jika dalam waktu dekat umat Tianghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek, umat Islam akan memasuki bulan Suci Ramadhan dan perayaan hari Idul Fitri kemudian umat Kristiani juga ada dalam agenda gerejawi yakni sidi gereja sehingga kebutuhan Mitan pasti mengalami kenaikan.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, pihak Pertamina mesti meningkatkan pengawasan sehingga distribusi Mitan dapat berjalan dengan baik sehingga di tingkat pengecer tidak terjadi kekosongan Mitan yang nantinya berdampak bagi kelangkaan Mitan.
” Memasuki perayaan keagamaan tentu kebutuhan Mitan mengalami kenaikan. Ini yang mesti menjadi perhatian Pertamina agar distribusi Mitan dari tingkat Distributor hingga pengecer dan proses penjualan mesti ada pengawasan agar Mitan tidak terjadi kekosongan yang menimbulkan kelangkaan, ” ujarnya di DPRD Maluku.
Hal senada juga menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi II, Nita Bin Umar. Politisi perempuan PAN dari Dapil Kota Ambon itu mengingatkan Pertamina untuk memperhatikan kuota Mitan yang di distribusi ke tingkat pengecer.
Menurutnya, kebutuhan Mitan bukan hanya menjadi kebutuhan rumah tangga tapi ada juga yang digunakan untuk kebutuhan nelayan dan lain sebagainya. Ini yang mesti menjadi perhatian Pertamina sehingga pendistribusian dan penjualan ditingkat pengecer tidak membuat masyarakat kuatir jika terjadi kelangkaan Mitan.
” Mitan masih menjadi kebutuhan konsumtif warga karena itu stok Mitan jangan sampai kosong ditingkat pengecer, ” ingatnya.
Dirinya berharap pihak Pertamina bersama dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat melakukan operasi pasar sehingga kelangkaan Mitan yang sering terjadi saat memasuki perayaan keagamaan tidak lagi terjadi .
” Kita berharap tidak terjadi kelangkaan Mitan memasuki perayaan hari hari besar keagamaan, ” demikian bin Umar . (**)







