AMBON,TABAOSNews.Com.- Kota Ambon menerima sejumlah bantuan dari Pemerintah dan TP-PKK Provinsi Maluku disela-sela pengukuhan Ny Felicia Wattimena selaku Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Ambon dan Rakor penurunan Stunting di Marina Hotel, Selasa (21/6).
Bantuan tersebut diantaranya dari Duta Parenting Maluku berupa uang pembinaan Rp 7,5 juta, masing-masing kepada PAUD Kaihena Air Kuning, PAUD Irene Desa Passo, PAUD Melika Air Louw, PAUD Inisiasi usia 0-3 tahun pada Posyandu Eunike Gereja Silo/Posyandu Kasih Ibu Kelurahan Rijali.
Kemudian, dari TP-PKK Maluku berupa stimulan modal usaha bagi Dasa Wisma Namu-Namu sebesar Rp. 8 juta. Disusul bantuan kepada Bumdes Gideon Sakti dan Uriama senilai Rp. 20 juta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Maluku.
Selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi memberi bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) Balita sebanyak 1593 karton dan PMT Ibu Hamil 2199 karton yang diterima Kadis Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy, untuk nantinya diteruskan ke 22 Puskesmas.
Terakhir ialah bantuan berupa peralatan kewirausahaan kepada perempuan, kepala keluarga dan penyintas kekerasan di Kota Ambon dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, dirinya telah tetapkan 11 kebijakan prioritas, salah satunya terkait percepatan penurunan Stunting, yaitu penyelarasan arah kebijakan pembangunan kota Ambon dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Hal ini dimaksudkan agar percepatan penurunan Stunting menjadi salah satu kebijakan prioritas sampai di tingkat desa/ kelurahan. Artinya seluruh aparatur pemerintahan harus memiliki komitmen yang sama serta terlibat aktif melaksanakannya.
“Di kecamatan ada rembuk Stunting, ada target desa/kelurahan bebas Stunting, ada alokasi belanja untuk percepatan penurunan Stunting yang dialokasikan secara berjenjang sampai di tingkat desa kelurahan,” tukas Wattimena.
Kepada TP-PKK Kota Ambon, Bodewin harapkan agar jangan sungkan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TP-PKK Maluku, demi percepat penurunan Stunting yang pada tahun 2024 ditargetkan turun dibawah 14 persen.
Selain itu, untuk melakukan hal diatas, kerjasama antar OPD dengan TP-PKK baiknya terus dibangun dengan tujuan yang sama, agar dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
“Harus ada tindakan nyata, bukan sekedar wacana. Harus ada empati dan keberpihakan kita terhadap anak-anak yang menderita Stunting. Bahkan untuk jangka panjang, kita bisa memastikan terjadi penurunan Stunting di Kota Ambon,” tegasnya. (T-03)






