AMBON,TABAOSNews.Com.-Keterbatasan sumber daya yang mahir akuntansi dan disiplin melakukan perekaman transaksi menjadi faktor utama kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan pada badan usaha milik negeri (BUMNEG) Rajuno Hitipori Negeri Rutong-Kota Ambon yang diusulkan oleh jurusan akuntansi Politeknik Negeri Ambon masing-masing, Ketua Meidylisa Patty, SE.M.Si, dengan anggota masing-masing, Mis Fertyno Situmeang, SE,M.S.i,Akt, Sally Paulina Sandanafu, SE,M.Si Akt, Nova Angelin Kailuhu, Filiyan Huwae, Marsanda Imelia Molle, dan Vanessa Acnes Christoffel.
Sekretais Negeri Rutong, James Talahatu, mengatakan pentingnya pertanggung jawaban dan transparansi keuangan bagi kelangsungan usaha terutama jika yang dikelola adalah dana yang berasal dari penyertaaan modal pemerintah.
” Sebab itu, kegiatan ini disambut baik oleh pemerintah Negeri Rutong yang diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari pengurus dan pengawas Badan Usaha Milik Negeri (BUMNEG) Rajuno Hitipori, pengelola unit usaha hidroponik, unit usaha kuliner, unit usaha Brilink dan unit usaha Sembako” ujarnya, Senin (4/11).
Sementara itu, Meydilisa Patty kepada peserta menjelaskan, pentingnya pengurus BUMNeg mengetahui pedoman kebijakan akuntansi yang telah disediakan pemerintah dalam Peraturan Kemendesapdtt Nomor 136 tahun 2023.
Mengingat banyak potensi Negeri Rutong yang giat dikembangkan saat ini, maka BUMNeg Rajuno Hitipori perlu untuk melakukan peningkatan pengetahuan akuntansi bagi pengurus BUMDes dan pengelola unit-unit usahanya dan perlu dilakukan pendampingan pengembangan sistem akuntansi yang bermanfaat bagi penyajian laporan keuangan.
” Tujuan yang diharapkan dari pelatihan ini agar informasi keuangan yang disajikan lengkap, tepat waktu, transparan, akuntabel serta dapat diandalkan dalam pengambilan keputusan pemakai laporan keuangan tersebut baik pihak internal entitas maupun pihak eksternal,” urai Patty.
Ditambahkannya, jika kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibatasi pada pelatihan akuntansi dan pendampingan untuk penyusunan laporan keuangan Bumneg dengan menggunakan aplikasi berbasis EFA (Excel For Accounting) dan kebijakan akuntansi berdasarkan panduan Permendesapdtt No. 136 Tahun 2023.
Dengan kegiatan ini pula diharapkan dapat
meningkatkan pengetahuan akuntansi pengurus BUMNeg Rajuno Hitipori dan pengelola unit -unit bisnis usahanya, sehingga dapat bermanfaat bagi mitra, sehingga meningkatkan kinerja keuangan BUMNeg dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya dan potensi yang di miliki Negeri Rutong.
Sementara itu, bagi Politeknik Negeri Ambon sebagai perguruan tinggi maka kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ipteks dan penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya pembangunan nasional.
” Bagi tim pengabdi, manfaat yang diperoleh dosen untuk mengembangkan pengetahuan dari upaya pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat dan adanya relasi kerja kerja dengan masyarakat mitra. Sementara Bagi mahasiswa yang dilibatkan, memperoleh pengetahuan dari kondisi nyata di masyarakat dan mengembangkan kemampuan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam kegiatan ini dilakukan pula pelatihan sistem akuntansi dengan metode pembelajaran ceramah dan diskusi bagi pengurus BUMNeg Rajuno Hitipori dan pengelola unit – unit bisnis BUMNeg yakni unit bisnis sembako, pertanian hidroponik dan perikanan tangkap.
” Kita menerapkan materi pelatihan yang diberikan berupa Sistem Akuntansi yang dimulai dari Identifikasi Transaksi, Pencatatan (Jurnal), Peringkasan/posting (Buku Besar), Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Neraca Saldo setelah penyesuaian dan Penyusunan Laporan Keuangan berupa Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas laporan keuangan.” tutup Patty. (T-02).






