AMBON,TABAOSNews.com.- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs Murad Ismail memerintahkan jajarannya bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) guna membeli gabah beras dari petani di Maluku.
”Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita kembali lakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait dalam rangka kerjasama dengan Drive Bulog Maluku dan Maluku Utara serap hasil gabah beras dari petani,”Kata Kadis Pertanian Provinsi Maluku, DR Ilham Tauda, SP, M.Si, kepada awak media usai Rakor di kantor Bulog Maluku dan Maluku Utara, Selasa (17/1).
Dia menuturkan, tiga tahun terakhir hasil gabah dari petani tidak diserap oleh Drive Bulog Maluku dan Maluku Utara.
Tauda menerangkan, kebutuhan dan konsumsi mencapai 75 per kapita per tahun sebanyak 130 ton hasil pertanian.
“Kemampuan produksi kita 92 ton gabah tahun 2022 lalu. Nah, ketika kita konversi ke beras sebanyak 59 ton. Kita berharap program yang dicanangkan Bapak Gubernur Maluku, yakni food estate sekitar 5.000 hektar bisa penuhi kebutuhan kita di Maluku,”ingatnya.
Untuk itu, dia mengigatkan, jika terjadi krisis pangan dunia, sedianya ada pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi kayu.
Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Hadi Basalamah menegaskan, sesuai instruksi Gubernur Maluku, bersama-sama tangani sektor pertanian, sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi di Maluku.
”Jadi rapat koordinasi ini dihadiri Kadrive Bulog Maluku dan Maluku Utara, Kepala OJK Maluku, Pimpinan Bank Indonesia, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Sekkot Ambon, Sekda Buru, Sekda SBB, instansi terkait dan instansi vertikal, “paparnya.
Sesuai hasil rapat koordinasi disepakati bersama-sama bangun tata kelola pertanian dari petani mulai dari produksi sampai di pasar.
”Jadi secara terintegrasi dengan baik. Jadi Bulog, tangan perintah saat ini telah berkomitmen melakukan kersajama dengan Pemprov Maluku, dalam hal ini Distan Maluku. Sehingga gabah kering beras ditingkatkan dalam MoU dan PKS. Kerjasama Bulog dan Pemprov Maluku, berkaitan penyerapan gabah dan beras ditingkat petani,”paparnya. (T-02)






