AMBON,TABAOSNews.Com.- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, meminta pemerintah segera mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Menurut Rovik, tanggung jawab utama dalam mitigasi bencana dan cuaca ekstrem berada di tangan pemerintah. Ia menekankan bahwa penanganan tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga saat terdapat potensi bencana yang nyata di berbagai wilayah.
Dia juga meminta agar titik-titik rawan bencana segera diidentifikasi dan dikonfirmasi bersama pihak berwenang untuk penanganan cepat.
Rovik juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Cuaca kita semakin ekstrem. Masyarakat harus lebih hati-hati dan berikhtiar menghadapi situasi ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa prakiraan cuaca menyebutkan kondisi ekstrem ini kemungkinan akan berlangsung hingga akhir Juli dan mulai normal pada awal Agustus.
Dalam kondisi ini, Rovik berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait lainnya untuk proaktif.
“Dinas Sosial juga perlu menyiapkan buffer stock untuk kebutuhan darurat” tutupnya.(**)






