AMBON,TABAOSNews.Com.- Anggota DPRD Maluku, Daerah Pemilihan Kota Ambon, Rovik Afifudin ingatkan Badan Wilayah Sungai Maluku (BWS) untuk segera menuntaskan proyek air baku Dusun Mahia, Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe yang dinilai amburadul dan asal asalan.
Pasalnya, hingga hari ini progressnya seolah mengendap, pihak terkait lepas tangan dengan dalil sudah selesai pengerjaan infrastruktur.
Padahal informasi terakhir air yang digunakan berasal dari mata air Negeri Tuni bukan dari empat galian yang dikerjakan pihak terkait.
Dengan anggaran sebesar 1,3 Miliar proyek dari tahun 2020 ini terkesan aman-aman saja, walaupun kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan di lapangan.
“Selaku Legislator Dapil Kota Ambon saya tetap menginginkan pekerjaan air baku di mahia dapat dituntaskan,” tegas Afifudin di ruang kerjanya, Sabtu (17/9/22).
Dikatakan, Proyek Air Baku Mahia terkesan hanya sekedar menghamburkan uang saja, toh yang selesai hanya infrastrukturnya tanpa menghasilkan sumber air yang layak konsumsi.
Untuk itu, lanjut politisi besutan PPP tersebut, saya tetap pada prinsip bahwa pekerjaan yang dilakukan harus benar benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Misalkan saja, pekerjaan yang dilakukan tidak boleh asal memenuhi item-item yang ada dalam pekerjaan saja dan mengabaikan kebutuhan masyarakat, kalau seperti demikian semua orang bisa melakukan,” urainya.
Bagi politisi PPP, nilai dan kemauan atas dibangunnya proyek tersebut yang intinya untuk kepentingan masyarakat.
“Walau proyek tersebut dinyatakan selesai secara teknis namun jika air tidak mengalir bagi saya itu belum selesai, maka akan kami desak jaksa mengusut sampai tuntas proyek abal-abal tersebut,” tutupnya. (T-04)







