77 Tahun, Batabual Belum Terjamah Infrastruktur Jembatan

by -2 views

 

AMBON,TABAOSNews.Com.- Provinsi Maluku tepatnya hari ini,19 Agustus 2022 merayakan ulang tahun ke 77 sama dengan usia Republik Indonesia.

Sayangnya, provinsi dengan 11 kabupaten/kota masih menimbulkan kesenjangan sosial di pelosok kabupaten yang ada di wilayah Maluku. Hal yang masih menonjol yakni asa pelajar Batabual yang mesti berjuang melewati arus sungai deras untuk mengecam pendidikan.

Hampir 20 tahun, Desa Waemorat, Kecamatan Batabual Kabupaten Buru Selatan belum terjamah terutama infrastruktur jembatan yang memadai.

Akibatnya anak usia sekolah pun terpaksa harus bertaruh nyawa, menyeberangi derasnya aliran sungai yang memiliki lebar 10 meter, demi mendapatkan pendidikan yang layak.

Ironisnya aksi anak anak pelajar ini saat menyeberang dengan berpegangan tangan satu sama lain karena arus sungai yang cukup deras. Kendati resikonya terbawa arus tetapi semangat untuk bersekolah mengalahkan rasa takut.

Michel Tasane, Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan Kabupaten Buru Selatan dan Buru mengaku prihatin karena belum juga mendapat perhatian pemerintah.

“Untuk kejadian yang terjadi kami prihatin, seharusnya di usia yang sudah uzur, ke-77 tahun, Pemerintah daerah dapat menengok langsung urgensi pembangunan yang dibutuhkan masyarakat batabual,” ungkap Tasane.

Menurut Sekertaris Komisi I DPRD Maluku ini, pemerintah semestinya serius mengatasi dan menangani persoalan kebutuhan masyarakat yang sangat urgensi. Ini mesti diperhatikan agar distribusi keadilan sosial bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk juga warga batabual yang merupakan bahagian dari Provinsi Maluku .

Pasalnya, selama ini kebutuhan infrastruktur memang menjadi salah satu kebutuhan pokok mobilitas masyarakat dengan ciri khas daerah kepulauan.

Dirinya tegas meminta, Pemda lewat dinas PUPR Maluku agar bisa secepatnya membantu, sebagaimana telah disepakati bersama komisi III DPRD Maluku dalam Rapat Koordinasi (Rakor), beberapa waktu lalu di Jakarta.

Yang mana dalam Rakor tersebut pihak Kementerian memberikan garansi, siap membantu Pemda Maluku menangani persoalan kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di wilayah Maluku termasuk juga di Batabual.

Dirinya berharap pemerintah provinsi melalui mitra bisa menjawab jeritan masyarakat terutama pelajar Waemorat untuk membangun jembatan sebagai kado terindah .

“Semoga kebutuhan masyarakat Batabual terpenuhi, sehingga tidak ada lagi anak anak yang harus menyebrang dengan cara ekstrim hanya untuk bisa mengenyam pendidikan,” demkian Tasane . (T-04)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.