AMBON,TABAOSNews.Com.- Sempat diwarnai kericuhan akibat sebagian warga Negeri Batumerah yang melakukan protes, namun pelantikan dan peresmian anggota Saniri dan pengganti antar waktu (PAW) Saniri di keempat Negeri di Kota Ambon berjalan lancar.
Pelantikan dan peresmian dilakukan Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena di ruang ULA Balaikota Ambon, Jum’at (15/7), terhadap anggota Saniri Negeri Urimessing masa bakti 2022-2028.
sesuai SK nomor 445/2022.
Kemudian anggota PAW Saniri Negeri Passo sisa masa bakti 2022-2026 sesuai SK nomor 446/2022, PAW anggota Saniri Negeri Laha sisa masa bakti 2017-2023 sesuai SK nomor 381/2022 dan PAW anggota Saniri Negeri Batu Merah sisa masa bakti 2021-2027 sesuai SK 447/2022.
Dikesempatan itu, Penjabat Walikota tegaskan, proses peresmian baik periode baru maupun PAW merupakan suatu hal biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan negeri adat di Kota Ambon. Sebab Pemerintah Kota Ambon ingin hadirkan Saniri Negeri yang defenitif.
“Peresmian dan pelantikan ini merupakan bentuk komitmen Pemkot dalam mempercepat suksesi Raja dan Kepala Pemerintahan yang defenitif. Saya berkomitmen lakukan semuanya dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Wattimena pun ingatkan kepada Saniri Negeri yang baru dilantik agar dapat berlaku seadil-adilnya kepada masyarakat.
Dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan serta utamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
“Jangan sekali membawa hal-hal yang belum selesai di Negeri ke Pemkot. Sebab bila Pemkot sudah ambil kebijakan, harus tunduk pada keputusan tanpa timbulkan masalah baru. Sebab Saniri ini perpanjangan tangan pemerintah dan bertanggungjawab kepada Walikota,” ingatnya.
Karena itu dirinya berharap, agar lakukan semua tugas dan tanggungjawab yang sudah dipercayakan dengan hati dan harus hati-hati. Terutama dalam kerjasama untuk selesaikan tugas pengangkatan Raja dan Kepala Pemerintahan.
“Kecuali Passo dan Batumerah yang masih berproses terus di Pengadilan. Pemerintah akan tunggu sampai ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap. Sedangkan 8 Negeri lain termasuk Laha, diharapkan bisa ada Raja dan Kepala Pemerintahan defenitif diakhir tahun ini,” pungkasnya. (T-03)








