AMBON,TABAOSNews.com.- Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena akui lelah mengurus sampah yang fak kunjung tuntas.
Selain karena ketidakmampuan aparatur pemerintah terkait untuk merencanakan dan mengeksekusi, namun juga kurang adanya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi hal klasik yang tidak terhindarkan.
Bahkan dalam waktu empat bulan pasca masuknya Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena memimpin kota ini dengan penanganan sampah menjadi program prioritas bersama 10 lainnya, namun hal itu tidak jualah bisa ditangani.
Terkini, tumpukan sampah yang “menggunung” di tanjakan 2000 kawasan Kebun Cengkeh Desa Batu Merah yang viral & meresahkan karena meluber hingga ke jalan raya tanpa mampu diangkut, ikut disoroti Wattimena.
Dia bahkan mengakui capek sendiri urusi masalah sampah yang tak kunjung bisa selesai. Hingga akhirnya mengancam lakukan apel pagi ASN di daerah tumpukan sampah tanjakan 2000 bila warga melapor sampah tidak diangkut.
“Beta capek untuk bicara ini (sampah), catat itu. Kalau katong terus bicara begini, katong capek,” tandas Wattimena pekan lalu.
“Tidak ada langkah-langkah untuk memperbaiki situasi di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hari ini, beta akan biking seperti begitu (apel di lokasi masalah). Ada persoalan dimana, apel pagi disitu. Supaya seng usah capek. Abis apel lalu katong sama-sama angkat sampe barsih,” urainya.
Sebelumnya, Wattimena mengancam hari Senin seluruh ASN Pemkot apel bersama di lokasi tumpukan sampah tanjakan 2000 bila belum dibersihkan DLHP.
“Hari Senin sampah di tanjakan 2000 belum bersih katong apel pagi disana, seluruh ASN Pemkot. Hari Minggu malam beta suruh orang foto disitu. Sampah tidak bersih, katong apel pagi hari Senin disana,” tukas Wattimena di program Walikota Jumpa Rakyat (Wajar), Jum’at (14/10).
Wattimena menegaskan, “ancaman” tersebut tidak main-main, sangat serius. Dan itu akan berlaku seterusnya apabila tidak kunjung mampu diselesaikan.
“Beta seng main-main, beta serius. Apel pagi disana tanjakan 2000 Senin kalau sampah belum bersih. Ada tumpukan sampah lagi, apel pagi disitu. Bapak/ibu kira beta tidak buktikan ini, beta buktikan. Beta dapat WhatsApp tumpukan sampah, rubah tempat apel. Kepala-kepala OPD apel pagi disana,” pungkasnya. (T-03)






