AMBON,TABAOSNews.Com.- Ikatan Keluarga Tehoru-Telutih (IKAT) desak Djailani Tomagola dicopot dari keanggotaan DPRD dan Ketua DPC Demokrat Maluku Tengah (Malteng) karena sejumlah alasan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Propinsi Maluku, Elwen Roy Pattiasina menyatakan, untuk mencopot seorang kader dari pimpinan DPC apalagi anggota DPRD, ada mekanismenya.
“Ada mekanisme partai, tidak bisa secara sepihak mengambil tindakan terhadap tiap kadernya,” ungkapnya kepada awak media di DPRD Maluku, Rabu (20/07).
Dirinya menegaskan, jika ada persoalan yang membelit kader Demokrat yang kemudian berujung pada permintaan pencopotan dari masyarakat, maka Demokrat akan kembali merujuk pada aturan partai.
“Jika ada permintaan masyarakat yang merujuk ke pencopotan atau PAW dari DPRD, semua ada mekanismenya. Kita tidak serta-merta menuruti apa yang dimintakan,” cetusnya.
Sehingga jelas pihaknya tidak bisa menabrak aturan yang diatur dalam AD/ART partai. Tapi, akan dilihat lagi sejauh mana kesalahan yang dibuat Djailani sesuai aturan.
“Kita sudah rapat internal, dan akan segera memanggil pak Djailani untuk membahas ini lebih lanjut,” tukas Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku itu.
Kendati begitu ia menyatakan, tetap akan memproses Djailani Tomagola. Tapi untuk pencopotan dan atau PAW, bakal dilihat lagi. (T-04)
