AMBON,TABAOSNews.Com.- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Rovik Afifudin menyayangkan kerusakan infrastruktur sejumlah sekolah di Maluku Tengah (Malteng).
Kuat dugaan, kerusakan yang terjadi akibat ulah nakal kontraktor pelaksana atau bagian perencanaan.
“Rata-rata untuk bangunan sekolah yang dikunjungi Komisi IV DPRD Maluku, usia konstruksinya pasti tidak akan tahan lama.” tegasnya, Kamis (11/8).
Dicontohkan, gedung sekolah SMA Muhammadiyah Masohi, Sekolah Negeri 22 Maluku Tengah serta beberapa sekolah mengalami kerusakan
Hal tersebut dikarenakan bahan baku untuk bagian atap misalnya, tidak menggunakan spandek tapi paku senk biasa. Ini tidak serasi sehingga ketika dihadapkan pada musim penghujan dengan intensitas tinggi, air akan mudah merembes ke kayu.
“Nah, ini yang membuat kayu cepat lapuk dan konstruksinya bakal tak bertahan lama,” bebernya.
Selain itu, plafon gedung sekolah juga sudah berwarna gelap. Jika plafon hendak diganti, maka harus ada hitungan matang. Sebab kalaupun tidak, maka akan sama saja dengan kondisi yang terjadi saat ini.
“Sementara rembesan air membuat plafon berubah warna. Entah salahnya di kontraktor pelaksana ataukah perencanaan,” kesalnya.
Selain itu, persoalan lain juga terlihat pada lampu dan juga saptic tank. (T-02)