AMBON,TABAOSNews.Com.- Program Walikota Jumpa Warga (Wajar) yang mulai berjalan, Jum’at (19/8) sedari pukul 08.00-10.00 WIT, akan tetapi belum ada warga kota yang sambangi Balaikota Ambon untuk jumpai orang nomor satu di Kota ini.
Program “Wajar” dalam rangka membuka akses warga untuk menyampaikan saran, kritik, keluhan dan masukan berkaitan dengan masalah-masalah yang dihadapi dan ditemui, guna ditindaklanjuti pemerintah.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena membenarkan hal itu bahwa belum ada warga yang temuinya baik di Balaikota maupun diluar kantor pemerintah.
“Belum ada, belum ada sama sekali,” singkat Wattimena di Ambon, Sabtu (20/8).
Menurutnya, hal itu bisa jadi disebabkan karena ada dua agenda penting yang sedang terjadi bertepatan dengan dimulainya program Wajar yaitu HUT RI pada 17 Agustus dan HUT Provinsi tepat di hari Jum’at.
“Yah kita juga disibukkan yah dengan HUT RI dan HUT Provinsi, dari pagi malah upacara dan kegiatannya. Sehingga mungkin Jum’at depan tanggal 26 Agustus baru normal dan pasti ada (warga jumpa),” terang Penjabat.
Sebelumnya diberitakan, setelah luncurkan 11 program prioritas, kini Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena menginisiasi ide baru yang diberi nama “Walikota Jumpa Warga (Wajar)”.
Yah, bagi warga kota yang ingin sampaikan aspirasi, keluhan dan masukan bahkan kritikan ke orang nomor satu di kota ini, disedikan waktu khusus, 2 jam. Yaitu setiap hari Jum’at yang dimulai, 19 Agustus mendatang.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo-Sandi) Kota Ambon, Joy Adriaansz katakan, program “Wajar” berlangsung mulai Jumat nanti, 19 (19/08) di Balaikota Ambon maupun di kantor-kantor Pemerintah diluar Balaikota.
“Jadi mulai hari Jumat ini program “Wajar” akan digelar. Bagi masyarakat siapa saja dapat bertemu langsung dengan Walikota untuk sampaikan keluhan mereka,” katanya kepada awak media di Balaikota, Senin (15/08).
Waktu yang disediakan kata Joy, adalah dua jam untuk bertemu Walikota yakni dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIT dengan menggunakan pakaian bebas.
Adapun pilihan di hari Jum’at tersedia waktu khusus dari orang nomor satu di kota ini karena Jum’at merupakan hari terakhir kerja kantor pemerintah dan sedikit longgar aktivitas bila dibanding Senin-Kamis.
“Masyarakat siapapun dia, baik tukang becak, pedagang, pengemudi angkot dan lainnya dapat bertemu pa Penjabat. Baik di Balaikota, kantor kecamatan maupun di kantor-kantor Kelurahan,” jelas Joy.
Dengan dibukanya layanan seperti ini diharapkan Joy, warga kota bisa bertatap muka dengan Penjabat dan juga pemangku kepentingan yang bertanggungjawab dalam pelayanan publik di kota ini. Sehingga masalah-masalah yang didapati, mudah ditindaklanjuti.
Hal ini juga tambahnya, sebagai bentuk keterbukaan diri pemerintah terhadap rakyatnya, demi perbaikan pelayanan publik dan kemajuan pembangunan di kota Ambon tercinta.
“Masyarakat yang selama ini mengeluh kondisi mereka saat aktifitas atau keluhan lain di lingkungan dimana mereka susah sekali bertemu, dengan program ini kiranya aspirasi mereka dapat disampaikan. Dengan begitu ada perasaan lega dan pemerintah lancar bekerja,” pungkasnya. (T-03)







