Akhiri Tugas, Abua Tuasikal Diminta Selesaikan Konflik

by -15 views

AMBON,TABAOSNews.Com.- Orang nomor satu Malteng, Tuasikal Abua terus mendapatkan desakan, dari berbagai elemen baik masyarakat, aktivis, legislatif, Pemerintah Provinsi maupun Kementerian, terkait konflik sosial dua Negeri tetangga, Pelauw-Kariu yang berlangsung kurang lebih tujuh bulan tanpa progres penyelesaian yang pasti.

Menanggapi hal tersebut, Legislator Maluku Daerah Pemilihan (Dapil) Malteng Ruslan Hurasan ikut angkat suara.

“Saya berharap, diakhir masa jabatannya, Bupati Tuasikal Abua dan Marlatu Leleuri dapat menyelesaikan berbagai permasalahan, agar tidak meninggalkan preseden buruk bagi masyarakat,” pinta Hurasan, Minggu (14/8).

Diantaranya, sebut Hurassan, kepulangan pengungsi Kariu, persoalan “internal” pengungsi Pelauw, beberapa pemekaran dusun menjadi desa di Seram Utara serta Leihitu, juga pemekaran Banda Besar.

Mengingat, proses pemekaran ini sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh DPRD Kabupaten Malteng, namun hingga kini progres mengenai pemekaran tersebut semakin samar-samar alias jalan di tempat.

“Beberapa bulan lak Bupati sudah menjanjikan akan memekarkan Kecamatan Banda Besar dimasa akhir jabatan, saya kira ini harus diseriusi secara baik sehingga ada kenangan tersendiri,” harap Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku tersebut.

Menurut hematnya, pasangan ini punya prestasi yang cukup baik, yakni melakukan perubahan-perubahan yang signifikan terkait dengan penataan kota.

Semua prestasi-prestasi itu akan sempurna, kalau dimasa akhir jabatan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Kabupaten Malteng.

“Untuk itu semua persoalan ini harus tuntas, sehingga diakhir masa jabatan Bupati dan Wakil bupati tidak di cap menghindari seluruh persoalan-persoalan yang terjadi,” tutup Politisi Besutan PKB ini.

Diberitakan sebelumnya, saat rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku dan Malteng, yang dipimpin Sekda Maluku Sadali Ie yang lagi-lagi membahas formulasi pemulangan pengungsi Kariu, Abua tidak mampu pastikan kapan pengungsi Kariu kembali.

Bupati dua periode itu hanya memberikan jawaban diplomatis, sementara meramu solusi terbaik, agar tidak menimbulkan gesekan baru. (T-04)