MALRA,TABAOSNews.com – Pastor Paroki Ohoidertutu RD. Erick Mara, mengatakan jika situasi pasca bentrok antar kelompok pemuda, desa Ohoidertutu dan Ohoiren Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang menewaskan seorang warga, Sabtu (24/7) perlahan mulai kondusif.
Untuk itu dirinya mengimbau semua pihak menahan diri dengan tidak membuat postingan media sosial yang berbau provokatif.
“Hentikan menyebar berita-berita hoax, dengan tidak menyebar foto dan video kekerasan yang telah terjadi, termasuk postingan via media sosial, yang bisa memperkeruh suasana baik di kedua kampung, maupun dimanapun berada,” tegas Mara.
Menurutnya, kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Ohoi Ohoidertutu dan Ohoiren sudah dapat dikendalikan (Kondusif). Kedua pihak secara terpisah sudah sepakat untuk berdamai.
“Sudah ada niat untuk berdamai. Tapi tidak mungkin secara langsung kita tentukan dimana (tempat perdamaian), caranya seperti apa, nanti berproses dalam waktu dekat, yang penting sudah ada niat baik untuk berdamai.” terangnya.
Untuk itu Mara meminta semua pihak untuk menahan diri, dengan saling menjaga perasaan kedua belah pihak, terutama keluarga yang berduka. (T-04)





