MALRA,TABAOSNews.Com.- Saat ini, puluhan personel gabungan TNI-POLRI bersiaga di lokasi bentrokan dua kelompok warga di Malra untuk mencegah terjadinya keributan susulan. Hal ini diakui oleh Kepala Kesbangpol Malra Moh Tukloy Senin (25/07).
“Saat ini puluhan petugas keamanan berada di tempat kejadian perkara, dengan rincian 20 anggota polres, 20 personel Brimob, dan 15 personel Kodim Kei Kecil,” jelasnya.
Hal ini guna mengantisipasi bentrokan antarwarga yang pecah, Sabtu (23/07) antara kelompok warga Desa Ohoidertutu dan Desa Ohoiren di ruas Jalan Ohoiren, Kecamatan Kei Kecil Barat, Malra.
Bentrok tersebut mengakibatkan
seorang warga asal Desa Ohoidertutu,
meninggal dunia, yakni Ignasius Paulus Reyaan (26).
Sebut Tukloy, personel gabungan TNI-POLRI terus memantau situasi perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat juga telah mendirikan pos keamanan di Ohoiren, Polsek Kei Kecil Barat dan Somlain Ohoidertutu.
“Kondisi kamtibmas hingga saat ini aman terkendali, walau sebagian besar warga Ohoi Ohoiren mengungsi ke Ohoi (desa) sekitar, yakni Ohoi Ohoira dan Wab,” terang Tukloy.
Ia mengatakan untuk menenangkan massa setiap ohoi maka mediasi telah dilakukan, dengan melibatkan Kapolres Malra dan pastor yang melakukan pertemuan dengan masyarakat Ohoider Tutu.
Sedangkan Wakapolres dan Kesbangpol Malra, serta Wakil Ketua DPRD Malra melakukan pertemuan dengan masyarakat Ohoiren.
“Hasil mediasi, semua pihak bersepakat dan menerima kebijakan-kebijakan untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya,” Cetusnya.
Ia menambahkan TNI dan Polri tetap menjamin keamanan di Kecamatan Kei Kecil Barat, khususnya di Ohoi Ohoidertutu dan Ohoiren. (T-04)





