AMBON,TABAOSNews.Com.- Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif mengaku telah jatuh hati dengan daerah ini. Ia sudah sangat mencintai bumi para Raja-raja tersebut.
Polda Maluku bersama TNI telah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan di kedua wilayah tersebut.
Tentu semuanya dapat dituntaskan secara transparan. Khusus untuk kasus penembakan di Pulau Buru, Kapolda mengaku telah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Terkait perkara tindak pidana yang terjadi, Kapolda mengaku di Maluku jumlah kasus sangat rendah dibanding wilayah lain di Indonesia. Namun ada beberapa kasus konvensional yang bila tidak segera ditangani akan berdampak menjadi besar.
“Ada beberapa persoalan yang kalau tidak ditangani dengan baik maka akan berkembang menjadi besar, dan dalam penanganannya membutuhkan tindakan ekstra. Sementara personel Polda Maluku sendiri kita baru 8.000 orang dan ini masih jauh dari rasio ideal untuk menjaga wilayah Maluku yang cukup luas ini,” jelasnya.
Polri, kata Kapolda, khususnya Polda Maluku saat ini terbuka bagi masyarakat. Pihaknya tidak anti kritik selama masukan tersebut bertujuan baik.
“Kami saat ini terbuka untuk kritikan masyarakat walau pedas dan keras, asalkan terarah dan bertujuan baik untuk kami,” katanya.
Ditanya soal polisi yang Presisi, Kapolda mengaku itu merupakan program Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Polri yang Presisi kini telah berjalan. Dimana anggota polisi dalam pelaksanaan tugas harus merespon cepat laporan masyarakat.
Polisi juga harus peka dengan situasi di sekitarnya, transparan dan berkeadilan dalam menangani persoalan masyarakat. Juga selalu kedepankan restoratif justice karena penegakan hukum adalah langkah yang terakhir.
“Saat ini kita hidup di dua alam. Terkadang kita menjadi netizen dan kadang juga bisa menjadi sitizen. Saya berharap kita dapat bijak dalam menggunakan medsos dan selalu mengecek informasi yang kita terima dari orang lain agar kira tidak menjadi bagian dari pelaku penyebar informasi tidak benar,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengaku saat ini Polda Maluku memiliki program unggulan yaitu Basudara Manise. Program ini bertujuan untuk menciptakan Maluku yang aman, damai dan sejahtera.
“Saat ini kita Polda Maluku punya program Basudara Manise dan saya sering sampaikan kepada para Kapolres dan seluruh personel yang ada di wilayah agar kalian sering silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, agar kita selalu dekat dengan masyarakat walau tidak dalam acara yang formal,” ungkap dia.
Disisi lain, menurut Kapolda, Maluku banyak memiliki talenta muda yang hebat. Salah satunya di bidang musik. Hal ini terlihat dari pelaksanaan puncak perayaan HUT Bhayangkara ke 76 yang diberi nama “Malam Basudara Manise”.
Pada kegiatan tersebut, Polda Maluku memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk menyalurkan bakat mereka di bidang musik. Salah satunya musik orkestra yang dimainkan para mahasiswa dari IAKN Ambon.
“Jadi pada acara malam Basudara Manise kemarin itu kami mengundang orkestra yang ada di Maluku Ambon ini untuk meramaikan dengan suguhan musiknya, namun saya perlu sampaikan bahwa filosofinya dari orkestra itu adalah bagaimana berbagai alat seni dapat berkolaborasi untuk menciptakan suatu alunan musik yang indah, dan ini melambangkan kita di Maluku yang bersatu untuk membangun Maluku ini,” jelasnya.
Kapolda lantas ingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan situasi saat ini. Karena di beberapa wilayah lain di tanah air jumlah kasus konfirmasi covid-19 mulai meningkat. Olehnya itu, tetap jaga protokol kesehatan diri.
“Kepada seluruh masyarakat Maluku yang saya cintai, mari kita jaga Maluku ini dengan baik, jaga keamanan tanah pusaka kita ini, bumi raja-raja ini. Saya saja sangat mencintai Maluku, olehnya saya minta agar mari kita jaga dan bangun Maluku tercinta ini,” pintanya. (T-03)






