AMBON,TABAOSNews.Co.- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun meminta pemerintah untuk gencar melakukan mitigasi gempa megathrust bagi masyarakat di Maluku.
Mitigasi perlu dilakukan kepada masyarakat yang dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa sehingga jika terjadi gempa megathrust dengan kekuatan besar maka masyarakat sudah mengetahui cara penyelamatan diri sehingga tidak panik.
Hal ini juga mesti berlaku bagi sekolah- sekolah ataupun perkantoran bahkan rumah sakit yang mempunyai gedung bertingkat bahkan yang berada di sekitar pantai .
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, dengan melakukan mitigasi bencana akan menjadi kesiapsiagaan sebagai antisipasi dini menyusul pernyataan Badan Meteorologi, Klimatolgi, dan Geofisika (BMKG) telah menyoroti wilayah yang berpotensi terjadi gempa megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut termasuk Laut Banda.
Dimana zona megathrust utama berada di sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sebagian wilayah Maluku.
Kendati Gempa megathrust, menurut keterangan BMKG, bukanlah fenomena yang baru terjadi, namun, sudah ada sejak lama tetapi perlu dilakukan mitigasi kepada masyarakat secara menyeluruh.
Watubun menambahkan Maluku di beberapa tempat pernah mengalami bencana gempa yang berujung tsunami. Karena itu, masyarakat perlu diedukasi secara merata di 11 Kabupaten/kota bukan untuk menakuti masyarakat namun agar masyarakat mengetahui sejak dini dan lebih siap siaga.
Sebab gempa belum bisa dipastikan kapan terjadi bahkan ilmuwan juga belum bisa memprediksi waktunya. Karena itu, masyarakat perlu diberi pemahaman yang benar sehingga tidak terjadi kepanikan berlebihan namun masyarakat lebih siap siaga jika bencana itu terjadi.
Seperti diketahui jika gempa megathrust merupakan gempa bumi yang berasal dari zona megathrust. Zona megathrust sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia.
Zona megathrust ialah istilah untuk menyebutkan sumber gempa yang berada di zona pertemuan antar-lempeng tektonik bumi yang berpotensi memicu gempa kuat dan tsunami.
Sesuai data BMKG maka di Indonesia zona megathrust berada di zona subduksi aktif, seperti Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; Subduksi Banda, Subduksi Lempeng Laut Maluku, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Laut Filipina dan Subduksi Utara Papua.
Sehingga zona subduksi aktif tersebut dibagi menjadi beberapa segmentasi sumber gempa zona megathrust. Untuk Maluku, Megathrust Laut Banda Selatan (M7,4) dan Megathrust Laut Banda Utara (M7,9).
” Informasi gempa Megathrust mesti dipahami oleh masyarakat secara terbuka sehingga lebih mengedukasi diri dan lebih siaga ” tutup Watubun. (T-02)






