Walikota: Ambon Kota Ramah Anak

by -2 views

AMBON,TABAOSNews.com.- Kota Ambon telah naik status dari Kota Layak Anak (KLA) Pratama ke Madya per 23 Juli 2023. Seiring itu, Pemerintah Kota (Pemkot) pun menguatkan komitmen untuk terus bisa mewujudkan Ambon sebagai kota yang ramah anak.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, jika peningkatan status dari Pratama ke Madya terjadi hanya dalam rentan waktu dua tahun, itu membuktikan bahwa ada kerja dan komitmen pemerintah.

“Selama ini kan kita ada di peringkat Pratama. Tahun ini kita mendapat predikat Madya. Artinya dari sisi keberpihakan pemerintah semakin meningkat. Lewat upaya Dinas atau OPD terkait dan stakeholder yang lain,” tandas Wattimena.

Oleh sebab itu, tugas setelah berubah status kata dia, adalah dengan menjaga semua yang sudah dibuat ini dan meningkatkan lagi supaya minimal Ambon tetap berada di level Madya.

Tentu bentuk konkrit salah satunya memberi ruang kreativitas kepada anak-anak lewat kegiatan Jukulele Festival yang sudah dan sedang berlangsung di tingkat kecamatan dan nantinya diikuti tingkat kota setelah itu, disamping pemanfaatan tugas-tugas forum anak untuk edukasi dan diseminasi.

“Menjadi Kota Layak Anak ni kan intinya ada lima cluster. Lalu tata kelolanya. Pemerintah sebagai trigger yang menggerakkan stakeholder lainnya. Baik itu pendidikan, kesehatan, apa semua berkaitan disitu. Ada juga infrastruktur, banyak kriterianya,” urai Wattimena.

“Kriteria-kriteria ini yang ketika dinilai oleh mereka (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak-red), nilainya dan masuk di peringkat mana. Termasuk ruang-ruang untuk anak-anak harus kita jamin pula,” tambahnya.

Termasuk yang paling penting tentu akui Wattimena, adalah memastikan pemenuhan hak-hak anak terjamin dan kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir, bahkan bila perlu nihil.

“Semuanya masuk disitu. Perlindungan anak. Upaya kita terus digalakkan termasuk kerjasama dengan komunitas perlindungan anak untuk sosialisasi, lakukan kegiatan dengan anak-anak. Memfasilitasi forum anak kota. Sampai bagaimana mereka turut berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan, itu semua ada indikatornya,” jelasnya.

Bahkan ruang-ruang publik tambah Wattimena, telah dipikirkan lagi untuk ditata ulang agar memang benar-benar ramah terhadap anak.

“Makanya ketika saya masuk di restoran, rumah makan yang bisa untuk masuk keluarga, kalau ada iklan rokok, saya suruh lepas. Itu cara kita untuk mendukung kota layak anak,” tegasnya.

“Sebenarnya Iklan rokok boleh ada, tapi jangan di tempat yang bisa diakses anak-anak. Lebih daripada itu butuh kerjasama semua pihak lah di semua aspek ini, tidak bisa pemerintah sendiri,” pungkasnya. (T-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.