Remaja 13 Tahun Ini Dua Kali Dicabuli Ayah Angkat di Rumah

by -4 views

AMBON, TABAOS News.com,- Pemuda Negeri Haya Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Yayasan Pemuda Bina Bangsa (YPBB) berupaya mencegah masuknya paham radikal di Negeri Haya dengan dilakukannya Focus Grup Diskusi (FGD) bertemakan “Peran pemuda Haya dalam menangkal bahaya paham radikal dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila” di Gedung Balai Negeri Haya, Selasa (14/6).

FGD hadirkan narasumber berkompeten seperti Drs. DJ Hatapayo, tokoh agama yang juga Kepala SMA Negeri 9 Malteng dan Jabar Tohiyano, tokoh pemuda Negeri Haya, dengan peserta 35 pemuda.

Ketua Yayasan Pemuda Bina Bangsa, Benyamin Namakule mengungkapkan, FGD ini terjadi atas lahirnya keresahan publik berkenaan dengan perubahan dinamika Kamtibmas belakangan ini.

Perubahan dinamika Kamtibmas, tambah mantan narapidana teroris itu, ditengarai adanya dugaan tumbuh kembang paham radikal yang masih menggurita dan tumbuh subur di Maluku, khususnya di Negeri Haya.

“Mengingat bahaya paham radikal itu, maka perlu dilakukan kegiatan untuk edukasi masyarakat khususnya pemuda Haya. Tentang bagaimana cara memaknai, mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” bebernya via seluler, Selasa.

Menurut dia, pembelajaran tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila penting dilakukan. Ini untuk menguatkan masyarakat agar tidak mudah terpapar ekspansi budaya asing yang masuk dan mencemari idiologi mereka.

Namakule mengaku, derasnya gempuran ekspansi paham radikal kian memprihatinkan. Secara teknis, ekspansi mereka acapkali mengganggu tumbuh kembang generasi muda dalam membangun bangsa Indonesia terlebih yang ada di Negeri Haya.

“Ini sangat berpotensi juga memiliki bahaya laten apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya pencegahan. Sehingga kami kemudian melakukan upaya konkrit dengan gelar FGD bersama pemuda Haya yang pernah terpapar paham radikal,” kata dia.

Namakule mengaku, dalam FGD tersebut, para narasumber sampaikan pesan-pesan Kamtibmas, materi sejarah lahirnya gerakan radikal di dunia, maupun bahaya dan dampak negatif gerakan dimaksud. Serta memberikan edukasi tentang nilai-nilai kebangsaan.

“Kegiatan FGD ini kami lakukan dalam rangka mengcounter bahaya ekspansi paham radikal di Maluku terlebih khusus Negeri Haya,” pungkasnya. (T-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.