AMBON,TABAOSNews.com.- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku, banyak pelaku UMKM mampu ciptakan peluang usaha dan lapangan kerja termasuk sub sektor musik dengan pemerintah sebagai supporting system.
“Jika semua gandeng tangan, maka ekonomi kreatif pasti maju. Sebab harapannya, Ambon harus jadi episentrum musik di Indonesia dan dunia,” tandas Mas Menteri Sandiaga saat workshop KaTa Kreatif di Ambon, Minggu (11/9).
Diketahui, Ambon jadi Kota/Kabupaten ke-30 di Indonesia yang menjadi sasaran program “Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif” Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI guna membangun sebuah ekosistem ekonomi kreatif.
“Dari roadshow show KaTa Kreatif, sudah 29 Kabupaten/Kota yang kita kunjungi. Ambon merupakan kota kreatif ke-30 dan ini akan terus kita roadshow. Indonesia ada 540 Kota/Kabupaten tapi hanya sebagian yang masuk kreatif,” jelasnya.
Khusus Ambon kata dia, memiliki kekhasan, karena satu-satunya Kota di Indonesia yang menembus UNESCO Creative City of Music. Dan untuk membangun sebuah kosistem musik, maka pelaku sub sektor musik perlu mendapat dukungan/fasilitas pemerintah kota dan provinsi.
“Kami apresiasi konsisten mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Sumbernya inovasi dan kreativitas.
Banyak Kabupaten/kota belum masuki tahap jadi kota kreatif UNESCO, tapi Ambon sudah sejak 2019. Ini harus jadi inspirasi bagi Kabupaten/kota lain,” terang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini
Musik kata Sandiaga jadi salah satu sub sektor unggulan Kemenparekraf yang harus diperkuat ekosistemnya dan terus ditingkatkan kapasitas elemen terkaitnya. Salah satu pendalaman yang penting lewat diskusi dan tindaklanjut secara sistematis untuk perkuat ekosistem musik di kota ini.
Maka pasca Pandemi Covid-19 yang kini masuki masa endemi, pihaknya akui Sandiaga akan rancang event musik skala besar di Ambon yang menampilkan para musisi lokal, nasional bahkan internasional. Dukungan pemerintah daerah dan musisi pun diharapkan.
“Kita hadapi tantangan hari ini; biaya hidup tinggi, BBM naik. Maka pemerintah harus hadir jadi solusi bagi rakyatnya lewat program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu (3T). Sedangkan pelaku UMKM harus pastikan 4K; kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas,” ungkapnya. (T-03)







